Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto Terbongkar, Salehuddin Minta Penegakan Hukum Diperkuat

- Jurnalis

Selasa, 22 Juli 2025 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin.

Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin.

Infonusa.co, Samarinda – Kasus tambang ilegal di kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Samboja, Kutai Kartanegara, yang diungkap Bareskrim Polri, menuai sorotan tajam. Praktik tambang liar tersebut diduga merugikan negara sekaligus merusak lingkungan hidup.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kaltim, Salehuddin, menyebut kasus ini menegaskan lemahnya tata kelola pertambangan di daerah. Ia menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak agar pengawasan lebih efektif.

“Tidak cukup hanya Dinas ESDM yang bergerak. Semua stakeholder, termasuk masyarakat, harus dilibatkan. Dengan begitu, pengawasan bisa lebih maksimal dan tambang ilegal dapat ditekan,” ujarnya.

Salehuddin mengungkapkan DPRD Kaltim sudah berupaya melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus) serta revisi sejumlah peraturan daerah tentang pertambangan. Namun, ia mengakui pelaksanaan di lapangan masih terhambat.

“Regulasi sudah ada, tapi implementasinya tidak semudah itu. Apalagi sebagian kewenangan perizinan dan pengawasan masih ada di pemerintah pusat,” jelasnya.

Terkait penindakan hukum, Salehuddin menilai perangkat sudah tersedia, mulai dari Gakkum, kepolisian, hingga kejaksaan. Sayangnya, penegakan aturan masih belum konsisten.

“Kalau jelas-jelas ilegal, ya harus ditindak. Siapa pun bisa, baik kejati, polda, maupun Gakkum. Kami di DPRD juga sudah dorong persoalan ini, bahkan sampai ke KPK,” tegasnya.

Ia berharap terbongkarnya kasus di Tahura Bukit Soeharto menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola pertambangan secara menyeluruh.

“Ini pekerjaan bersama, bukan hanya DPRD atau gubernur. Semua pihak, termasuk kementerian dan aparat penegak hukum, harus bergerak,” pungkasnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB