Subandi Tekankan Penataan Hulu SKM sebagai Kunci Pengendalian Banjir Samarinda

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi.

Infonusa.co, Samarinda – Setiap kali hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Samarinda, ancaman banjir kerap tak terhindarkan. Kondisi ini, menurut Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi, tidak bisa terus disikapi dengan solusi parsial.

Ia menilai penanganan banjir harus diarahkan pada sumber persoalan, yakni kawasan hulu Sungai Karang Mumus (SKM), bukan semata-mata fokus pada normalisasi Sungai Mahakam di hilir.

“Kalau hulunya tidak dibenahi, banjir akan tetap berulang meskipun Sungai Mahakam dikeruk,” kata Subandi.

Ia menjelaskan, daerah-daerah di bagian hulu seperti Pampang, Tanah Datar, hingga wilayah Kutai Kartanegara—termasuk Marangkayu dan Muara

Badak—memiliki kontribusi besar terhadap aliran air yang masuk ke wilayah Kota Samarinda. Kondisi lingkungan di kawasan tersebut sangat menentukan besarnya debit air yang mengalir ke pusat kota.

Subandi juga menyinggung pembangunan folder pengendali banjir di kawasan Sungai Siring yang tengah dilakukan Pemkot Samarinda. Proyek tersebut dirancang sebagai kolam retensi untuk menampung limpasan air sebelum masuk ke kawasan permukiman.

“Folder ini berfungsi sebagai penyangga agar aliran air dari atas tidak langsung menghantam kawasan kota,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut membutuhkan biaya besar dan waktu yang tidak singkat. Dari rencana total 60 hektare, saat ini baru sekitar 10 hektare yang mulai direalisasikan.

Untuk itu, Subandi menegaskan perlunya perencanaan terpadu antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Menurutnya, penataan kawasan hulu SKM dan pengerukan Sungai Mahakam harus berjalan beriringan agar dampaknya benar-benar terasa.

“Penanganan banjir tidak bisa berdiri sendiri. Hulu dan hilir harus ditangani bersamaan supaya hasilnya maksimal,” pungkasnya. (Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB