Sopan Sopian Usulkan Fasilitas Publik di Kukar Gunakan Nama Tokoh Adat dan Pahlawan Lokal

- Jurnalis

Rabu, 21 Mei 2025 - 23:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kukar Dapil VI Sopan Sopian.

Anggota DPRD Kukar Dapil VI Sopan Sopian.

Infonusa.co, Tenggarong – Upaya pelestarian budaya di Kutai Kartanegara mendapat dorongan baru dari parlemen daerah. Dalam rapat lanjutan pembahasan Peraturan Daerah tentang masyarakat hukum adat, Anggota DPRD Kukar, Sopan Sopian, mengusulkan agar fasilitas publik di Kukar dinamai berdasarkan tokoh adat dan pahlawan lokal.

Politisi Fraksi Gerindra itu menegaskan, penggunaan nama lokal pada infrastruktur pemerintahan bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk konkret penghormatan terhadap sejarah dan jati diri masyarakat.

“Gedung-gedung kita jangan hanya disebut Ruang A atau Ruang B. Kita punya banyak tokoh adat dan pahlawan lokal yang bisa jadi inspirasi bagi generasi sekarang,” kata Sopan.

Ia mencontohkan sejumlah daerah lain di Indonesia yang sudah mempraktikkan penamaan berbasis budaya sebagai strategi memperkuat identitas sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap leluhur.

“Penamaan fasilitas publik dengan tokoh lokal bisa menjadi ruang edukasi dan sekaligus simbol penghargaan. Ini bukan soal estetika, tapi warisan,” jelasnya.

Sopan menambahkan, gagasan tersebut sudah ia diskusikan dengan beberapa anggota dewan serta tokoh adat. Ia berharap pemerintah daerah dapat menyusun kebijakan khusus atau memasukkan program ini dalam rencana revitalisasi fasilitas publik.

“Kalau perlu, ajak sejarawan, budayawan, dan komunitas adat dalam prosesnya. Ini kolaborasi untuk warisan bersama,” ujarnya.

Sejumlah tokoh adat yang hadir menyambut positif ide itu dan menilai langkah tersebut sebagai cara menjembatani modernisasi dengan kearifan lokal.

Sopan optimistis penamaan tokoh lokal di ruang publik akan memperkuat kesadaran sejarah masyarakat.

“Identitas budaya jangan dibiarkan hilang. Kita harus mulai dari hal kecil, seperti nama gedung,” tutupnya. (Adv)

Berita Terkait

DPRD Kukar Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat Loa Kulu Kota
Sugeng Hariadi Minta BPJS Perluas Cakupan Penyakit, Bukan Naikkan Tarif
Muhammad Idham Desak Pemerataan Alokasi Anggaran Pembangunan di Kukar
DPRD Kukar Tekankan Penyediaan Air Bersih di Kecamatan Muara Jawa
Ketua DPRD Kukar Tekankan Pentingnya Pengelolaan Profesional Kawasan Kuliner
DPRD Kukar Soroti Infrastruktur Jalan dan Jembatan di Muara Muntai
Ketua DPRD Kukar Minta Program Rp150 Juta per RT Dikaji Ulang
Ketua DPRD Kukar Desak Evaluasi HGU PT BDA
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 September 2025 - 18:22 WIB

DPRD Kukar Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat Loa Kulu Kota

Sabtu, 6 September 2025 - 17:11 WIB

Sugeng Hariadi Minta BPJS Perluas Cakupan Penyakit, Bukan Naikkan Tarif

Sabtu, 6 September 2025 - 17:02 WIB

Muhammad Idham Desak Pemerataan Alokasi Anggaran Pembangunan di Kukar

Sabtu, 6 September 2025 - 16:59 WIB

DPRD Kukar Tekankan Penyediaan Air Bersih di Kecamatan Muara Jawa

Sabtu, 6 September 2025 - 16:39 WIB

Ketua DPRD Kukar Tekankan Pentingnya Pengelolaan Profesional Kawasan Kuliner

Berita Terbaru