Infonusa.co, Samarinda- SMA 1 Loajanan dalam upaya mencegah stunting perluk melakukan identifikasi prihal masalah dan kolaborasi antar pihak
Sebab program ini mencakup berbagai strategi evaluasi, termasuk pengukuran dan penilaian terhadap faktor-faktor yang berpotensi memengaruhi kondisi stunting pada anak-anak di sekolah tersebut.
“Ruang lingkup awal dari upaya ini adalah memulainya di lingkungan sekolah, mengingat kami masih berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim,” jelas Waka Kesiswaan Didik pada Kamis (23/11/23).
Upaya di dalam lingkungan sekolah juga perlu dilakukan, sehingga pihak sekolah juga merencanakan kerjasama dengan lembaga kesehatan setempat, termasuk puskesmas, guna mendukung upaya pencegahan.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih baik serta penanganan lebih efektif bagi anak-anak yang berisiko mengalami stunting.
Oleh Karena itu, pihaknya memahami bahwa upaya pencegahan stunting tidak bisa dilakukan secara individual. Sehingga perlu membangun kerjasama yang erat dengan berbagai pihak terkait guna mendukung langkah-langkah preventif ini.
“Untuk itu, dia mengajak para orang tua siswa untuk turut serta aktif dalam program pencegahan stunting ini. Dengan melibatkan orang tua, sekolah berharap dapat menciptakan lingkungan yang menyeluruh untuk mendukung upaya pencegahan stunting,” pungkasnya. (ak/adv)









