Infonusa.co, Tenggarong – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Daerah Pemilihan II, Hendra, melaksanakan kegiatan reses di Desa Segihan, Kecamatan Sebulu, pada Rabu (6/8/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, seperti Kepala Desa Segihan, tokoh agama, tokoh pemuda, anggota BPD, LPM, Karang Taruna, ketua-ketua RT, serta berbagai kelompok masyarakat lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi penting yang mencerminkan kebutuhan serta harapan masyarakat Desa Segihan terhadap pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.
Aspirasi yang mengemuka meliputi sejumlah kebutuhan fisik dan non-fisik, antara lain permintaan bantuan alat pertanian seperti pompa air dan mesin tanam untuk kelompok tani, pembinaan di bidang seni dan budaya lokal, pelatihan keterampilan menjahit, serta peningkatan dukungan terhadap pelaku UMKM dan koperasi desa.
Selain itu, warga juga mengusulkan adanya perhatian terhadap pengelolaan limbah rumah tangga, seperti pemanfaatan minyak jelantah, hingga kebutuhan keamanan lingkungan seperti pemasangan CCTV di area masjid.
Aspirasi lainnya yang cukup menonjol adalah permintaan dukungan pembinaan seni tari tradisional, yang selama ini sudah dijalankan oleh sanggar-sanggar lokal di Desa Segihan, namun masih minim dukungan dari pemerintah.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Hendra menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh aspirasi warga agar dapat direalisasikan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD yang akan disampaikan dalam proses perencanaan program kerja tahun 2026.
“Saya secara pribadi sangat mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Kami di DPRD Kukar akan berupaya semaksimal mungkin agar semua aspirasi yang disampaikan bisa kami perjuangkan melalui jalur legislatif,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia menegaskan, realisasi dari usulan-usulan tersebut akan sangat bergantung pada koordinasi dan sinergi antara DPRD dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kukar.
Oleh karena itu, ia akan mendorong terjalinnya komunikasi yang baik dan berkesinambungan dengan OPD terkait agar program-program yang diusulkan dapat masuk dalam rencana kerja dan anggaran tahun mendatang.
“Kami akan melakukan komunikasi dengan dinas-dinas terkait agar usulan ini bisa dikaji dan difasilitasi sesuai kebutuhan masyarakat. Jangan sampai program yang baik dan bermanfaat ini tertunda hanya karena kurang koordinasi,” jelasnya.
Menurut Hendra, pembinaan terhadap sanggar tari dan kegiatan kesenian lainnya tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat.
Ia berharap, dengan adanya dukungan dari pemerintah, Desa Segihan dapat menjadi salah satu titik pertumbuhan ekonomi baru melalui penguatan sektor seni, budaya, dan UMKM.
“Potensi lokal yang dimiliki Desa Segihan sangat besar, baik dari segi seni budaya maupun produk ekonomi kreatifnya. Kita harus berdayakan itu,” tambahnya.
Politikus Gerindra ini juga menyinggung pentingnya optimalisasi koperasi sebagai wadah ekonomi kerakyatan di desa.
Ia menyarankan agar koperasi di Desa Segihan diberikan pelatihan manajemen dan akses permodalan agar dapat tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang mandiri dan profesional.
Dalam kesempatan itu, Hendra juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan bersinergi dengan pemerintah desa serta lembaga-lembaga resmi lainnya.
Menurutnya, partisipasi aktif warga dalam proses pembangunan akan mempercepat tercapainya kesejahteraan bersama.
“Saya akan terus kawal aspirasi ini hingga ke tingkat pembahasan anggaran. Mudah-mudahan segala hal yang menjadi kebutuhan masyarakat hari ini bisa kita realisasikan di tahun 2026,” tutupnya. (Adv)









