Salehuddin Soroti Lemahnya Pengawasan Tambang, Desak Penindakan Tegas

- Jurnalis

Selasa, 22 Juli 2025 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin.

Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin.

Infonusa.co, Samarinda – Praktik pertambangan di Kalimantan Timur kembali menuai sorotan. Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, menilai berbagai kasus yang muncul belakangan ini menggambarkan lemahnya pengawasan dan penindakan di sektor tersebut.

Dirinya mencontohkan sejumlah peristiwa tragis yang terus berulang, termasuk kecelakaan anak-anak di kolam bekas tambang yang tidak direklamasi. “Kasus ini jadi preseden buruk. Lubang tambang yang dibiarkan begitu saja jelas mencerminkan rendahnya tanggung jawab perusahaan,” ungkap Salehuddin.

Selain itu, ia menyoroti pelanggaran aturan penggunaan jalan umum untuk aktivitas hauling batu bara. Padahal, pemerintah daerah telah memiliki perda yang secara tegas melarang hal tersebut.

“Perdanya jelas ada, tetapi implementasinya lemah. Akibatnya, pelanggaran yang sama terus terjadi tanpa ada efek jera,” tegasnya.

Salehuddin juga mengungkap adanya indikasi penyalahgunaan dana reklamasi dan pascatambang oleh oknum tertentu di lingkup Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dana yang seharusnya dipakai untuk menutup lubang tambang dan memperbaiki kerusakan lingkungan justru diselewengkan.

“Beberapa kasus bahkan sudah sampai di meja hijau. Itu bukti nyata bahwa dana reklamasi kerap dijadikan bancakan pribadi,” ujarnya.

Meski demikian, Salehuddin tetap mengapresiasi langkah aparat penegak hukum yang berhasil menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus-kasus pertambangan. Menurutnya, tindakan tersebut bisa menjadi pintu masuk untuk membongkar pelanggaran lain yang masih luput dari perhatian publik.

“Harus ada kerja bersama antara kementerian, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, hingga masyarakat. Kalau tidak, kerusakan lingkungan akan terus meluas dan potensi ekonomi kita tergerus,” tutupnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB