Infonusa.co, Tenggarong – Anggota DPRD Kukar Dapil III, Safruddin terus mendorong inovasi pertanian berbasis teknologi dan pariwisata lewat percontohan agro-wisata di kawasan Badak 16, Muara Badak.
Program ini melibatkan Persatuan Pemuda Muara Badak sebagai pengelola utama. Safruddin menjelaskan bahwa area seluas satu hektar telah disulap menjadi lahan multifungsi.
Pasalnya, di tengah berdiri sebuah gazebo (gajebo) sebagai ruang edukasi, di kiri-kanan dilengkapi kolam budidaya ikan lele dan lahan tanam jagung, timun, kacang panjang, bahkan rencana penanaman pohon kajibo (kayu jati bolu).
“Kami ingin memadukan pertanian dengan pariwisata. Masyarakat bisa belajar bercocok tanam sambil menikmati suasana alam. Ini sekaligus membuka alternatif ekonomi bagi pemuda,” kata Safruddin, Sabtu (2/8/2025).
Setiap pagi hingga pukul 16.00, para pemuda pekerja di industri migas berhenti sejenak di percontohan itu untuk bergotong-royong menanam dan memelihara tanaman.
Safruddin menargetkan agar alat-alat alsintan seperti hand tractor dan kultivator dapat segera didistribusikan, menggantikan cangkul manual yang masih digunakan.
“Kita tengah menyiapkan pengajuan bantuan alsintan melalui Dinas Pertanian. Dengan mekanisasi ringan, efisiensi tenaga meningkat dan hasil panen bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Dia berharap, program ini menjadi pilot project bagi desa-desa lain di Dapil III, termasuk Anggana dan Batuah.
Safruddin menegaskan bahwa pertanian modern adalah antara kunci penguatan ekonomi lokal pasca-masa senja tambang.
“Saat tambang meredup, sektor terbarukan seperti pertanian berbasis teknologi dan agro-wisata harus siap menopang PAD. Percontohan ini langkah awal,” timpalnya. (Adv)









