Rencana Empat SMA Baru di Kukar Disorot DPRD, Kajian Diminta Matang Sebelum Diputuskan

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi

Infonusa.co, Samarinda – Upaya memperluas akses pendidikan menengah di Kutai Kartanegara mendapat perhatian serius dari DPRD Kalimantan Timur. Rencana pembangunan empat SMA baru dinilai tidak bisa diputuskan secara tergesa, terlebih di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Komisi IV DPRD Kaltim meminta Pemerintah Provinsi memastikan seluruh aspek teknis dan kebutuhan lapangan dikaji secara menyeluruh sebelum melangkah ke tahap pembangunan. Empat wilayah yang masuk dalam rencana tersebut meliputi Muara Wis, Muara Muntai, Kota Bangun, dan Muara Kayu.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menjelaskan bahwa sebagian sekolah di wilayah itu

sebenarnya sudah menjalankan kegiatan belajar mengajar. Namun statusnya masih berupa kelas filial atau sekolah yang dikelola yayasan, sehingga belum memiliki kewenangan menerima peserta didik baru secara mandiri.

“Secara aktivitas pendidikan sudah berjalan, tapi status kelembagaannya belum jelas. Ada juga yayasan yang siap menyerahkan aset agar sekolahnya bisa dinegerikan,” kata Darlis.

Ia menegaskan, kejelasan lahan dan legalitas aset menjadi syarat utama yang tidak boleh diabaikan. Tanpa dasar hukum yang kuat, pembangunan sekolah berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Selain aspek aset, Darlis juga mengingatkan pentingnya perhitungan kebutuhan riil. Pemerintah perlu memastikan ketersediaan guru, proyeksi jumlah siswa, serta keberlanjutan operasional sekolah agar tidak terjadi pemborosan anggaran.

“Sekolah jangan hanya berdiri secara fisik. Gurunya harus ada, siswanya cukup, dan operasionalnya bisa berjalan jangka panjang,” tegasnya.

Saat ini, dari empat sekolah yang diusulkan, tiga masih berstatus filial dan satu dikelola swasta. Seluruhnya masih menunggu hasil penilaian dari pemerintah sebelum dapat ditetapkan sebagai sekolah negeri penuh.

Darlis menambahkan, karena APBD 2026 telah ditetapkan, rencana pembangunan tersebut belum memungkinkan untuk diakomodasi pada tahun anggaran itu. Peluang baru diperkirakan terbuka pada 2027 setelah kajian teknis dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan rampung.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah peta kebutuhan pendidikan di Kukar. Dari situ baru bisa diputuskan, apakah sekolah perlu dinegerikan atau justru dibangun baru,” tutupnya. (Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Soroti Aksi Warga Tambal Jalan Swadaya, Abdul Rohim Desak Pemkot Samarinda Dahulukan Infrastruktur Dasar
Genjot Target PAD, Iswandi Ingatkan Pemkot Samarinda Wajib Hindari Kebijakan yang Bebankan Warga
Anhar Sebut Perubahan Kebijakan Gagal Atasi Masalah Klasik Penerimaan Siswa Baru
SPMB 2026 Diwarnai Keluhan Publik, Ronal Desak Disdikbud Samarinda Dorong Evaluasi Jalur Prestasi hingga Domisili
RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:28 WIB

Soroti Aksi Warga Tambal Jalan Swadaya, Abdul Rohim Desak Pemkot Samarinda Dahulukan Infrastruktur Dasar

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:24 WIB

Genjot Target PAD, Iswandi Ingatkan Pemkot Samarinda Wajib Hindari Kebijakan yang Bebankan Warga

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:21 WIB

Anhar Sebut Perubahan Kebijakan Gagal Atasi Masalah Klasik Penerimaan Siswa Baru

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:16 WIB

SPMB 2026 Diwarnai Keluhan Publik, Ronal Desak Disdikbud Samarinda Dorong Evaluasi Jalur Prestasi hingga Domisili

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Berita Terbaru