Infonusa.co, Samarinda – Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Rasman Rading, menaruh perhatian khusus terhadap perkembangan cabang olahraga gulat di Kaltim.
Dirinya menyebut gulat sebagai salah satu cabor unggulan dan andalan yang harus terus dikembangkan melalui pembinaan berjenjang dan regenerasi atlet.
“Gulat merupakan cabang olahraga unggulan dan andalan Kalimantan Timur. Ini menjadi bentuk perhatian nyata dari Pemerintah Provinsi dan KONI Kaltim untuk terus mengadakan kejuaraan-kejuaraan sebagai bagian dari pembinaan atlet,” ujar Rasman.
Rasman mengingatkan pentingnya pelaksanaan kejuaraan tidak hanya di level senior, tetapi juga di kelompok usia muda untuk memastikan keberlanjutan prestasi.
“Kita minta kepada KONI agar kejuaraan senior tidak berjalan sendiri tanpa kejuaraan junior. Harus ada kesinambungan agar bibit-bibit unggul bisa dipersiapkan sejak dini,” tegasnya.
Menurut Rasman, regenerasi tidak hanya berlaku untuk atlet, tetapi juga pelatih. Dirinya menekankan pentingnya menyiapkan pelatih dari berbagai jenjang untuk mendukung perkembangan atlet secara menyeluruh.
“Regenerasi harus dilakukan oleh kabupaten/kota, karena atlet punya masa produktif terbatas. Maka pelatih pun perlu disiapkan dari level 1 sampai 5, agar sistem pembinaan berjalan,” jelasnya.
Kejuaraan gulat yang digelar 21 Juni tersebut diikuti oleh 155 peserta dari berbagai kategori usia, mulai dari usia dini, pelajar, hingga junior usia 17 tahun. Rasman mengapresiasi partisipasi yang besar ini dan berharap menjadi momentum penguatan organisasi dan peningkatan kapasitas sumber daya.
“Mudah-mudahan kejuaraan ini bisa menjadi pemicu bagi Pengprov PGSI (Persatuan Gulat Seluruh Indonesia) untuk terus memperkuat atlet, pelatih, dan juga wasit. Jangan sampai prestasi kita menurun dalam beberapa tahun ke depan karena lengah dalam pembinaan,” katanya.
Rasman juga mengingatkan pentingnya menjaga tren positif prestasi gulat Kaltim, yang sebelumnya berhasil meraih lima medali emas di PON Jawa Barat, empat emas di PON Papua, dan lima emas kembali di PON Sumatera Utara.
“Kita tidak ingin prestasi yang sudah dibangun ini turun hanya karena kita abai dalam prosesnya. Konsistensi adalah kunci,” pungkasnya. (Ina/Adv)









