Progres Perbaikan Fender Mahakam I Dinilai Lamban, DPRD Kaltim Tegaskan PMTS Harus Bertanggung Jawab

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panracelle. 

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panracelle. 

Infonusa.co, Samarinda – DPRD Kalimantan Timur menyoroti lambannya penanganan kerusakan fender Jembatan Mahakam I yang hingga kini belum juga diperbaiki, meskipun insiden penyebab kerusakan tersebut telah terjadi hampir satu tahun lalu. Tanggung jawab perbaikan berada pada PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudera (PMTS).

Kerusakan fender jembatan tersebut merupakan dampak dari dua kejadian berbeda sepanjang tahun 2025. Pada kejadian pertama, sebuah tongkang bermuatan kayu milik PMTS menghantam struktur jembatan dan merusak sistem pelindungnya. Insiden berikutnya terjadi beberapa waktu kemudian ketika tali kapal Liberty 7 yang menarik tongkang batu bara terputus, sehingga menyebabkan kerusakan tambahan pada fender yang sebelumnya telah terdampak.

Pemerintah sempat menawarkan dua skema penyelesaian kepada perusahaan, yakni perbaikan langsung oleh pihak PMTS atau penyerahan dana perbaikan kepada pemerintah. Saat itu, PMTS memilih untuk mengerjakan sendiri perbaikan dengan komitmen penyelesaian pada akhir tahun 2025. Namun hingga saat ini, kondisi di lapangan belum menunjukkan kemajuan signifikan.

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, menyampaikan bahwa laporan terbaru yang diterima DPRD menunjukkan progres pekerjaan masih berada pada tahap administratif.

“Informasi yang kami peroleh, baru sebatas penunjukan rekanan. Ada rencana mobilisasi alat serta pembersihan dasar sungai untuk pekerjaan pemancangan, tetapi pelaksanaannya belum terlihat,” ujar Sabaruddin.

Ia memahami adanya sejumlah kendala teknis, termasuk faktor cuaca dan proses internal perusahaan. Namun menurutnya, kendala tersebut tidak seharusnya menghambat penyelesaian kewajiban terhadap infrastruktur vital yang menopang aktivitas masyarakat dan transportasi.

Untuk memastikan kejelasan, DPRD Kaltim berencana mengagendakan rapat dengar pendapat dengan menghadirkan PMTS, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), serta instansi terkait lainnya. Pertemuan ini akan difokuskan pada kepastian waktu penyelesaian dan evaluasi komitmen perusahaan.

“Kami tidak ingin hanya menerima penjelasan normatif. Harus ada jadwal yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Sabaruddin menambahkan bahwa keterlambatan perbaikan tidak hanya berdampak pada kondisi fisik jembatan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi lalu lintas Sungai Mahakam serta pengguna Jembatan Mahakam I yang setiap hari melintas.

DPRD Kaltim meminta pemerintah daerah meningkatkan pengawasan agar perusahaan segera menyelesaikan kewajibannya, sehingga potensi risiko dan gangguan terhadap aktivitas transportasi dapat dicegah sejak dini. (Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB