Infonusa.co, Samarinda – Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda resmi membuka Program Studi Tari, sebuah langkah baru yang diharapkan mampu melahirkan seniman muda berdaya saing sekaligus menguatkan fondasi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal di Kalimantan Timur.
Langkah akademis ini mendapat apresiasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim. Bagi mereka, kehadiran Prodi Tari bukan sekadar upaya melestarikan warisan seni tradisional, melainkan strategi membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, AA Bagus Sugiarta, menegaskan bahwa pendidikan seni memiliki nilai yang jauh melampaui aspek estetika. “Prodi Tari bukan sekadar pelestarian. Ini investasi sosial-ekonomi jangka panjang. Jika dibina sejak bangku kuliah, seni tari bisa menjadi profesi sekaligus sumber penghasilan bagi generasi muda,” ungkapnya.
Bagus menilai seni budaya memiliki potensi membuka lapangan kerja, menopang pariwisata, hingga memperkuat identitas daerah. Bahkan, dengan inovasi yang tepat, seni tari bisa melampaui panggung tradisional—merambah ke industri pertunjukan modern, konten digital, dan menjadi bagian dari branding Kaltim di mata dunia.
Untuk itu, Dispora mendorong agar kurikulum Prodi Tari tidak hanya berisi teknik dan sejarah tari, tetapi juga mencakup manajemen seni, inovasi pertunjukan, hingga kewirausahaan budaya. Dengan begitu, para lulusan tak hanya menjadi seniman, tetapi juga pelaku industri kreatif yang siap bersaing.
“Bayangkan jika anak-anak muda kita bisa tampil sebagai penari Dayak di festival internasional, atau menjadi koreografer dan produser seni yang karyanya lahir dari akar budaya sendiri. Itu bukan sekadar nostalgia, tapi masa depan,” tegas Bagus.
Ia juga menambahkan pentingnya kemasan modern dalam mengenalkan tari tradisional ke generasi Z. Kolaborasi dengan seni kontemporer, pemanfaatan media digital, hingga akses dukungan melalui program seperti KreditSpol, disebutnya sebagai langkah penting agar seni tari tetap relevan sekaligus produktif secara ekonomi.
Dengan hadirnya Prodi Tari Unmul, Kaltim tak hanya menjaga tradisi, tetapi juga membukakan jalan baru bagi lahirnya seniman muda yang tidak hanya mencintai budaya lokal, tetapi juga menjadikannya sebagai sumber karya, identitas, dan penghidupan. (Ina/Adv/DisporaKaltim)









