Infonusa.co, Tenggarong – Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Anggota DPRD Kutai Kartanegara, Akhmad Akbar Haka Saputra, menyampaikan pesan khusus yang ditujukan kepada generasi muda.
Dia menuturkan,bkemerdekaan di era sekarang tidak lagi diartikan sebatas perjuangan mengangkat senjata, melainkan kemerdekaan dalam cara berpikir, bersikap, dan menghargai perbedaan di tengah masyarakat yang semakin kompleks.
Menurutnya, kemerdekaan di era modern harus dimaknai sebagai kebebasan dalam sudut pandang.
“Jadi kenapa kita menyebutnya merdeka dalam sudut pandang? Kalau dulu pejuang harus mengangkat senjata, itu konteksnya berbeda. Sekarang kita dihadapkan dengan tantangan baru, salah satunya perkembangan teknologi yang begitu pesat. Maka saya pikir sudah saatnya teman-teman muda mulai merdeka dalam cara pandang,” jelasnya, Minggu (17/8/2025).
Politikus PDIP tersebut menegaskan, salah satu bentuk nyata dari kemerdekaan dalam sudut pandang adalah bagaimana masyarakat, khususnya generasi muda, bisa saling menghargai perbedaan pendapat.
Ia menyoroti fenomena di media sosial, di mana seringkali perbedaan pandangan justru berujung pada saling serang atau menjadi keyboard warrior.
“Minimal ketika ada orang yang berbeda pendapat di media sosial dengan kita, jangan langsung diserang. Itu artinya kita merdeka dalam sudut pandang, kita bisa menghargai suara orang lain sebagaimana kita ingin suara kita dihargai,” katanya.
Lebih lanjut, dia menyebut, tantangan besar generasi muda saat ini adalah menjaga sikap toleransi di ruang digital. Menurutnya, dunia maya tidak boleh menjadi tempat suburnya ujaran kebencian, perpecahan, atau sikap diskriminatif.
Justru sebaliknya, ruang digital harus bisa menjadi sarana memperkuat persatuan bangsa melalui ide, diskusi sehat, dan pertukaran gagasan yang membangun.
“Merdekalah persepsi, merdekalah sudut pandang. Jangan mengkotak-kotakkan orang berdasarkan suku, agama, atau latar belakang lainnya. Harapan saya, jangan ada lagi istilah keyboard warrior yang hanya berani menyerang di balik layar,” tegasnya.
Di akhir pesannya, Akbar Haka menekankan bahwa semangat Bhinneka Tunggal Ika adalah nilai yang paling relevan untuk dijaga dan diterapkan oleh pemuda di zaman sekarang.
“Bhinneka Tunggal Ika itu yang paling relevan dengan zaman sekarang,” pungkasnya. (Adv)









