Perusda Dinilai Tak Produktif, DPRD Kaltim Dorong Evaluasi Total dan Penarikan Aset Bermasalah

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin

Infonusa.co, Samarinda – Kinerja sejumlah Perusahaan Daerah (Perusda) milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan DPRD. Setelah bertahun-tahun menerima suntikan modal, sebagian Perusda dinilai belum mampu menunjukkan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, menilai kondisi tersebut tidak bisa terus dibiarkan. Menurutnya, keberadaan Perusda seharusnya menjadi instrumen bisnis daerah yang produktif, bukan justru membebani APBD.

“Sudah diberi penyertaan modal besar, tapi hasilnya tidak sebanding. Bahkan ada yang keuntungannya kalah dibanding bunga simpanan bank,” ujarnya.

Husni menyebut Komisi II kini tengah melakukan penataan ulang terhadap tata kelola Perusda. Ia menegaskan, perusahaan daerah yang tidak mampu menunjukkan kinerja sehat dan berkelanjutan perlu dievaluasi secara tegas, termasuk opsi penghentian operasional.

“Kalau tidak bisa memberikan imbal hasil yang lebih baik dari menaruh uang di bank, untuk apa dipertahankan,” tegasnya.

Ia juga menyinggung pengelolaan aset daerah yang dinilai tidak optimal, salah satunya Hotel Royal Suite Balikpapan yang berada di bawah pengelolaan Perusda. Hingga kini, aset tersebut disebut belum memberikan dampak positif bagi kas daerah.

“Asetnya ada, tapi tidak produktif. Itu yang sedang kami benahi. Dalam waktu dekat akan ditarik dan diambil alih,” katanya.

Husni mengungkapkan, sikap tegas DPRD sempat mendapat respons keberatan dari pihak pengelola yang bahkan mengancam membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. Namun, menurutnya, langkah penyelamatan aset daerah tetap harus dilakukan.

“Kalau mau dibawa ke ranah hukum, silakan. Prinsip kami jelas, aset daerah harus memberi manfaat. Banyak daerah lain juga melakukan penertiban serupa,” ujarnya.

Meski persoalan Perusda masih menjadi pekerjaan besar, Husni optimistis peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim tetap terbuka lebar. Ia menilai masih banyak potensi yang belum digarap maksimal dan perlu dipetakan ulang secara serius oleh pemerintah provinsi bersama DPRD.

“Kuncinya keberanian menata ulang. Kalau dikelola dengan benar, PAD Kaltim masih sangat mungkin ditingkatkan,” pungkasnya. (Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:27 WIB

Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh

Berita Terbaru