Perda Pendidikan Baru Berlaku, Sarkowi Tekankan Pemerataan Jadi Ukuran Keberhasilan

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Panitia Khusus Penyelenggaraan Pendidikan DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry

Ketua Panitia Khusus Penyelenggaraan Pendidikan DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry

Infonusa.co, Samarinda – Pengesahan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Pendidikan menjadi titik awal perubahan besar dalam tata kelola pendidikan Kalimantan Timur. Bagi DPRD Kaltim, regulasi baru ini bukan sekadar produk hukum, melainkan penanda bahwa pemerintah daerah kini dituntut serius menghapus kesenjangan layanan pendidikan yang selama bertahun-tahun terjadi antarwilayah.

Perda ini menggantikan regulasi lama yang berlaku sejak 2016 dan membawa arah kebijakan yang lebih tegas. Pemerintah provinsi tidak lagi hanya berperan sebagai pengelola administratif, tetapi diwajibkan hadir aktif memastikan kualitas pendidikan dirasakan merata, termasuk di wilayah pesisir, pedalaman, dan perbatasan.

Ketua Panitia Khusus Penyelenggaraan Pendidikan DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, menyebut bahwa regulasi baru tersebut dirancang sebagai instrumen korektif atas ketimpangan yang masih nyata di lapangan.

“Perda ini menjadi penegasan bahwa pendidikan tidak boleh timpang. Ukuran keberhasilannya bukan di kota besar, tapi justru di daerah yang selama ini tertinggal,” ujarnya.

Sarkowi menilai persoalan mendasar pendidikan di Kaltim terletak pada distribusi sumber daya. Kekurangan guru sesuai bidang keahlian, fasilitas belajar yang tidak layak, hingga keterbatasan akses pendidikan masih menjadi realitas di sejumlah daerah seperti Mahakam Ulu dan Kutai Barat.

“Banyak wilayah yang masih kekurangan tenaga pendidik dan sarana dasar. Ini bukan isu baru, tapi sekarang tidak boleh lagi dibiarkan,” tegasnya.

Selain fokus pada pemerataan, Perda Penyelenggaraan Pendidikan juga mengatur penguatan pendidikan inklusif serta keterkaitan antara sekolah dan kebutuhan dunia kerja. DPRD berharap lulusan pendidikan menengah, khususnya SMA dan SMK, tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memiliki bekal keterampilan yang relevan.

“Sekolah harus menjadi ruang persiapan masa depan. Lulusan harus siap melanjutkan pendidikan maupun masuk dunia kerja,” jelas Sarkowi.

Sementara itu, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud memastikan bahwa regulasi tersebut telah disepakati dalam rapat paripurna dan kini memasuki tahapan fasilitasi di Kementerian Dalam Negeri.

“Secara politik dan kelembagaan sudah selesai. Setelah fasilitasi Kemendagri rampung, Perda ini langsung dijalankan,” ujarnya.

Hasanuddin menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi pemerintah daerah untuk menunda pelaksanaan aturan baru tersebut. DPRD, kata dia, akan mengawasi implementasi agar tujuan pemerataan benar-benar terwujud.

Dengan disahkannya Perda ini, DPRD Kaltim menegaskan komitmennya untuk menjadikan keadilan pendidikan sebagai prioritas. Pemerintah daerah kini dituntut membuktikan bahwa regulasi tersebut mampu menghadirkan perubahan nyata, bukan sekadar janji normatif.

(Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:27 WIB

Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh

Berita Terbaru