Infonusa.co, Tenggarong – Pembangunan Taman Kanak-kanak (TK) Negeri 1 Muara Wis, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengalami persoalan serius setelah gedung sekolah tersebut disegel oleh penyedia material pada Senin (4/8/2025) lalu.
Penyegelan dilakukan karena pihak kontraktor pelaksana proyek diduga belum melunasi pembayaran atas bahan bangunan yang digunakan.
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan banyak pihak, mengingat TK Negeri 1 Muara Wis merupakan salah satu fasilitas pendidikan dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat setempat. Namun, akibat persoalan penyegelan, proses persiapan belajar mengajar pun ikut terhambat.
Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Kukar dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Sopan Sopian, menegaskan bahwa pihaknya akan menelusuri persoalan ini secara lebih mendalam.
Ia menilai perlu ada klarifikasi yang jelas untuk memastikan duduk perkara sebenarnya, terutama menyangkut status pembayaran proyek.
“Kasus ini akan kita telusuri lebih lanjut untuk memastikan duduk perkaranya. Berdasarkan informasi awal yang kami terima, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sudah melunasi seluruh kewajiban pembayaran proyek tersebut. Kalau memang hal ini terbukti benar, maka persoalan ini murni masalah pribadi antara kontraktor dan penyedia material, bukan terkait dengan pemerintah,” ungkapnya pada Jumat (22/8/2025).
Lebih lanjut, ia menekankan, DPRD Kukar tidak akan tinggal diam melihat kondisi ini. Menurutnya, pendidikan anak-anak di Muara Wis tidak boleh menjadi korban akibat sengketa antara pihak ketiga.
Karena itu, DPRD siap mengambil langkah-langkah strategis, termasuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk membuka segel gedung agar bisa segera difungsikan kembali.
“Kalau dari Pemkab sudah clear, maka kami di DPRD akan mengambil langkah untuk membuka segel gedung tersebut. Intinya jangan sampai anak-anak kehilangan haknya untuk belajar hanya karena persoalan administrasi antara kontraktor dan penyedia material,” tegasnya. (Adv)









