Infonusa.co, Samarinda – Kebutuhan akan fasilitas pendidikan menengah di Kalimantan Timur terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah peserta didik di berbagai daerah. Kondisi tersebut mendorong DPRD Kaltim menempatkan pembangunan sekolah menengah atas sebagai salah satu agenda penting pada 2026.
Anggota DPRD Kaltim dari Daerah Pemilihan VI, Agus Aras, menyampaikan bahwa tiga sekolah di Berau dan Kutai Timur masuk dalam daftar prioritas karena kapasitas pendidikan yang ada dinilai tidak lagi sebanding dengan tingginya minat masyarakat.
Di Kabupaten Berau, rencana pembangunan SMA Negeri 16 menjadi perhatian utama. Agus menilai pertumbuhan jumlah pelajar di wilayah tersebut sudah memerlukan tambahan sekolah negeri agar akses pendidikan menengah bisa lebih merata.
“Minat masyarakat terhadap pendidikan menengah di Berau cukup tinggi. Karena itu, kehadiran SMA Negeri 16 menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda,” ujar Agus.
Sementara di Kutai Timur, Agus menyebut dua sekolah yang membutuhkan perhatian khusus. SMA Negeri 3 Sangatta Utara diusulkan memperoleh Unit Sekolah Baru (USB) untuk menambah daya tampung siswa yang terus meningkat setiap tahun.
Adapun SMA Negeri 2 Sangatta Selatan juga masuk dalam rencana pembangunan 2026, terutama untuk penguatan sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar.
Agus menambahkan, pemerintah daerah setempat telah menyiapkan lahan untuk mendukung pembangunan sekolah-sekolah tersebut. Kesiapan ini diharapkan dapat mempercepat proses realisasi tanpa terkendala persoalan administratif.
“Dengan kesiapan lahan, kami berharap pembangunan bisa berjalan lebih lancar dan tepat waktu,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa penguatan infrastruktur pendidikan menjadi investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Kami ingin memastikan anak-anak di daerah memiliki akses pendidikan yang layak dan merata,” tutupnya.
(Ina/Adv/DPRDKaltim)









