Pemangkasan TKD Rp6 Triliun Dinilai Persempit Ruang Fiskal, DPRD Kaltim Akui Banyak Program Tertunda

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi.

Infonusa.co, Samarinda – Kebijakan pemerintah pusat yang memangkas dana Transfer ke Daerah (TKD) hingga Rp6 triliun berdampak signifikan terhadap pelaksanaan pembangunan di Kalimantan Timur. Kondisi ini membuat pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian anggaran secara besar-besaran.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi, menyebut pemotongan tersebut langsung mempersempit ruang fiskal Pemprov Kaltim dan memaksa banyak program pembangunan ditata ulang, bahkan sebagian harus ditunda pelaksanaannya.

“Dengan pengurangan sebesar itu, hampir seluruh kegiatan harus dirasionalisasi. Termasuk usulan program dan anggaran pokok pikiran DPRD,” ujarnya.

Menurut Subandi, rencana pembangunan yang sebelumnya telah disusun dan dijanjikan kepada masyarakat kini tidak semuanya bisa direalisasikan sesuai jadwal. Rasionalisasi dilakukan secara merata agar beban anggaran dapat ditekan.

“Saya sudah sampaikan kepada masyarakat bahwa beberapa program kemungkinan belum bisa dijalankan tahun ini karena dampak pemangkasan tersebut dirasakan di semua lini,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyesuaian anggaran juga berdampak langsung pada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Setiap OPD diminta meninjau ulang prioritas program, termasuk kegiatan pembangunan di Kota Samarinda.

“Hampir tidak ada OPD yang tidak terdampak. Semua harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan yang ada,” katanya.

Meski demikian, Subandi berharap masyarakat dapat memahami situasi yang dihadapi pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa pemotongan TKD merupakan kebijakan pemerintah pusat, sehingga daerah hanya memiliki ruang terbatas untuk menyesuaikan diri.

“Pemprov bersama DPRD terus berupaya menyusun ulang skala prioritas agar pelayanan dasar dan kepentingan masyarakat tetap terjaga meski anggaran terbatas,” pungkasnya. (Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
DPRD Samarinda Minta OPD Jangan Malu Curhat Soal Minimnya Anggaran dan Fasilitas Pelayanan
Sampah Menumpuk Bukan Melulu Soal Kinerja, DPRD Samarinda Minta Evaluasi Total Armada DLH
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:33 WIB

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:31 WIB

Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah

Berita Terbaru