Pelajar Kaltim Temukan Jati Diri Lewat Bela Diri, Bagus : Lebih dari Sekadar Olahraga

- Jurnalis

Kamis, 26 Juni 2025 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, Bagus Saputra Sugiarta

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, Bagus Saputra Sugiarta

Infonusa.co, Samarinda – Di sebuah aula sederhana di Samarinda, suara hentakan kaki dan teriakan jurus silat terdengar bergema. Puluhan pelajar dengan seragam pencak silat berbaris rapi, menatap serius ke arah pelatih. Bagi mereka, setiap gerakan bukan sekadar teknik bertarung, melainkan bagian dari perjalanan membentuk jati diri.

Fenomena inilah yang kini coba dihidupkan kembali oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur. Bagi Dispora, olahraga bela diri—baik karate maupun pencak silat—bukan lagi hanya ajang merebut medali, tapi menjadi media pendidikan karakter yang sarat nilai budaya.

“Setiap pertandingan bukan sekadar kompetisi. Itu adalah ruang pendidikan nonformal yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan seperti sportivitas, ketekunan, dan kebersamaan,” ujar Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, Bagus Saputra Sugiarta.

Nilai-nilai luhur seperti disiplin, rasa hormat, hingga ketangguhan mental, menurut Bagus, justru tumbuh lebih kuat melalui bela diri. Terlebih, pencak silat sebagai warisan budaya Nusantara memberi warna tersendiri dalam pembinaan generasi muda. “Kami ingin anak-anak ini tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga punya akar budaya yang membentuk karakter mereka,” tambahnya.

Rani, siswi SMA di Samarinda yang baru dua tahun menekuni pencak silat, merasakan hal yang sama. “Dulu saya ikut hanya untuk kegiatan sekolah. Tapi lama-lama saya merasa silat mengajarkan saya sabar, menghargai lawan, dan tidak mudah menyerah,” katanya.

Dispora Kaltim kini mendorong agar pembinaan pelajar dilakukan berjenjang dan berkelanjutan. Mulai dari tingkat sekolah, daerah, hingga ke level nasional. Namun, yang paling penting, pembinaan ini diarahkan untuk membentuk manusia berkarakter kuat yang siap menghadapi tantangan hidup.

Di saat banyak anak muda lebih akrab dengan gawai dan dunia digital, gelanggang bela diri memberi alternatif ruang yang menyehatkan. Tempat di mana generasi muda bisa menyalurkan energi, membangun disiplin, sekaligus menjaga warisan budaya leluhur. (Ina/Adv/DisporaKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru