Infonusa.co, Samarinda – Pascakejadian kebakaran yang melanda Hotel Atlet di kawasan Stadion Sempaja, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan gedung yang dikelolanya, termasuk di Stadion Gelora Kadrie Oening (Sempaja) maupun Stadion Utama Palaran.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Peningkatan Prasarana Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Junaidi, menyampaikan bahwa langkah-langkah antisipasi telah mulai disusun dengan menggandeng instansi teknis terkait.
“Rencananya kemarin pihak Dinas Tenaga Kerja ingin melakukan investigasi terhadap Hotel Atlet. Namun karena penyelidikan dari pihak kepolisian masih berlangsung, maka pemeriksaan ditunda sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ujar Junaidi.
Lebih lanjut, Junaidi menekankan pentingnya pemeriksaan tidak hanya pada Hotel Atlet, namun juga seluruh bangunan di kawasan tersebut. Fokus pemeriksaan mencakup alat pemadam api ringan (APAR), sistem sprinkle, sensor asap, hingga sertifikasi kelayakan operasional gedung.
“Setiap gedung, apalagi yang bertingkat dan digunakan publik, harus memiliki sertifikat layak operasi. Itu menyangkut keselamatan pengunjung maupun petugas di dalamnya,” tegasnya.
Dispora Kaltim juga berharap ada kerja sama lebih lanjut dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk mengadakan simulasi penanganan kebakaran di gedung-gedung bertingkat, termasuk jalur evakuasi dan escape route yang jelas.
“Simulasi sangat penting karena tidak semua orang tahu cara menggunakan tabung APAR. Dalam situasi kebakaran, asap bisa menyebabkan panik. Harus ada edukasi bagaimana mengambil oksigen, jalur evakuasi mana yang aman, dan prosedur saat terjadi kebakaran,” jelasnya.
Diakhir Junaidi menyebut edukasi ini tidak hanya ditujukan bagi pengguna gedung bertingkat, namun juga seluruh fasilitas publik yang berpotensi mengalami insiden serupa.









