Olahraga Tradisional Bukan Sekadar Warisan, tapi Identitas Hidup Masyarakat Kaltim

- Jurnalis

Jumat, 25 Juli 2025 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Sulaiman

Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Sulaiman

Infonusa.co,Samarinda — Di tengah derasnya arus modernisasi, olahraga tradisional mulai tersisih dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Namun, Dispora Kalimantan Timur menegaskan, pelestarian olahraga tradisional tidak bisa hanya mengandalkan organisasi resmi semata. Pemerintah perlu hadir langsung mendampingi komunitas sebagai garda terdepan.

Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Sulaiman, menyebut para pegiat komunitas adalah ujung tombak pelestarian.

“Pembinaan itu tidak boleh berhenti di tingkat organisasi induk. Pemerintah perlu menjangkau langsung para pelaku di lapangan, mereka yang setiap hari aktif menggerakkan olahraga di komunitas,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan nyata pemerintah bisa berupa pelatihan, fasilitasi kegiatan, hingga penyediaan sarana. Dengan begitu, para pegiat bisa lebih mudah menyelenggarakan latihan rutin, event komunitas, maupun turnamen lokal yang menarik generasi muda ikut terlibat.

Sejumlah cabang olahraga tradisional juga sudah berada di bawah naungan KORMI Kaltim, seperti menyumpit, gasing, layangan, memancing, panahan tradisional, panahan berkuda, hingga dansa.

“Ciri khas lokal yang terkandung dalam olahraga ini sangat berharga. Bayangkan, kita punya panahan sambil menunggang kuda — itu kombinasi budaya dan olahraga yang luar biasa,” jelasnya.

Bagi Sulaiman, olahraga tradisional tak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial, menanamkan nilai budaya, serta memberi ruang positif bagi anak muda. “Ini bisa menjadi alternatif sehat agar mereka tidak terjerumus ke hal-hal negatif,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah maupun pusat lebih serius memperhatikan keberlangsungan olahraga masyarakat, mulai dari pemberian peralatan hingga penyelenggaraan kompetisi lintas level.

“Kalau konsisten dilakukan, bukan tidak mungkin olahraga tradisional kembali jadi bagian keseharian masyarakat sekaligus kebanggaan daerah,” pungkasnya.

Dengan dorongan penuh dari berbagai pihak, Kaltim optimistis semangat olahraga tradisional tidak hanya terjaga, tetapi juga bangkit sebagai identitas hidup di tengah masyarakat modern. (Ina/Adv/DisporaKaltim)

Berita Terkait

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
DPRD Samarinda Minta OPD Jangan Malu Curhat Soal Minimnya Anggaran dan Fasilitas Pelayanan
Sampah Menumpuk Bukan Melulu Soal Kinerja, DPRD Samarinda Minta Evaluasi Total Armada DLH
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:33 WIB

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:31 WIB

Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah

Berita Terbaru