Infonusa.co, Samarinda – Riuh sorak penonton dan dentuman bola basket dipastikan kembali menggema di GOR Kadrie Oening, Samarinda. Namun sebelum gemerlap turnamen Piala Gubernur Kaltim 2025 dimulai, gedung serbaguna yang sudah menjadi saksi sejarah sejak Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 itu lebih dulu bersiap melalui proses pembenahan.
Usia bangunan yang menginjak belasan tahun membuat sejumlah fasilitas mulai menua. Kerusakan atap, karat pada sambungan, hingga kualitas lantai lapangan yang menurun menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa lagi ditunda. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim pun bergerak cepat untuk memastikan arena kebanggaan warga tetap layak dan aman digunakan.
Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Junaidi, menuturkan bahwa renovasi ini bukan sekadar soal estetika, melainkan kebutuhan mendesak menjelang padatnya agenda kompetisi.
“Kita memasuki musim pertandingan, salah satunya Piala Gubernur Kaltim cabang basket yang akan digelar di sini. Karena itu pembenahan fasilitas menjadi prioritas,” ujarnya.
Sebagai gedung multifungsi, GOR Kadrie Oening bukan hanya jadi arena olahraga. Futsal, kegiatan sosial, keagamaan, hingga konser musik kerap digelar di tempat ini. Karena itulah, rancangan perbaikan juga menekankan fleksibilitas.
“Kami berusaha menyiapkan fasilitas knockdown, bisa dibongkar pasang sesuai kebutuhan acara,” kata Junaidi.
Dari sejumlah perbaikan yang diusulkan, lantai lapangan basket menjadi prioritas. Dispora telah mengajukan tambahan dana melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) 2025 untuk pemasangan lantai khusus. Selain itu, atap yang bocor di bagian tengah serta struktur berkarat juga masuk daftar pekerjaan penting.
“Kami harap tahun ini ada tambahan anggaran untuk memperbaiki lantai dan atap. Kondisi sekarang sudah tidak ideal untuk kompetisi besar,” ungkapnya.
Meski begitu, keterbatasan anggaran pemeliharaan dan alat pendukung menjadi kendala tersendiri. Proses deteksi kerusakan atap yang berada di ketinggian, misalnya, memerlukan peralatan khusus yang belum dimiliki Dispora.
“Biasanya kami harus menyewa scaffolding ukuran besar karena atap gedung ini cukup tinggi dan berisiko. Itu membuat pekerjaan pemeliharaan tidak bisa cepat,” jelas Junaidi.
Dengan segala keterbatasan tersebut, renovasi gedung ini tetap dipandang sebagai investasi penting. Dukungan anggaran tambahan menjadi harapan utama agar GOR Kadrie Oening tidak hanya siap menyambut turnamen bergengsi, tetapi juga terus menjadi ruang bersama bagi masyarakat Kaltim.
“Harapan kami, dengan adanya ABT atau program lain, fasilitas ini bisa tetap terawat dan nyaman digunakan semua kalangan,” tutupnya. (Ina/Adv/DisporaKaltim)









