Lonjakan Pelamar Kerja Dinilai Cerminkan Pengangguran di Kaltim Masih Tinggi

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra

Infonusa.co, Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, menilai tingkat pengangguran di Kalimantan Timur, khususnya di Kota Samarinda, masih menjadi persoalan serius. Ia menyebut kondisi riil di lapangan belum sepenuhnya sejalan dengan data yang menyebut angka pengangguran terus menurun.

“Kalau melihat langsung di lapangan, khususnya di Samarinda, pengangguran masih cukup tinggi. Data boleh menyebut menurun, tapi faktanya belum seperti itu,” ujar Andi Satya.

Penilaian tersebut disampaikannya setelah memantau proses rekrutmen tenaga kerja di RS Mulya Medika Samarinda Seberang. Menurutnya, jumlah pelamar yang membludak menjadi indikator kuat bahwa peluang kerja masih belum sebanding dengan jumlah pencari kerja.

Ia mengungkapkan, saat rumah sakit tersebut membuka lowongan hanya untuk dua posisi front office, jumlah pelamar mencapai sekitar 1.400 orang.

“Dua posisi saja diperebutkan ribuan pelamar. Ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan kerja saat ini,” tegasnya.

Tidak hanya itu, pada tahap awal rekrutmen, jumlah pendaftar dari berbagai posisi bahkan menembus angka lebih dari 10 ribu orang. Fenomena ini, kata Andi, harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan dunia pendidikan.

Ia juga mengingatkan generasi muda bahwa realitas dunia kerja menuntut kesiapan yang matang, baik dari sisi keterampilan maupun mental bersaing.

“Banyak yang ingin cepat lulus, tapi setelah itu dihadapkan pada persaingan yang sangat berat. Ini kenyataan yang harus dipahami sejak awal,” ujarnya.

Sebagai contoh, Andi menyinggung pengalaman lulusan kedokteran yang tidak serta-merta memperoleh pekerjaan setelah lulus, karena terbatasnya kesempatan dan tingginya kompetisi.

“Lulusan kedokteran pun tetap menghadapi tantangan besar sebelum benar-benar mendapat pekerjaan sesuai bidangnya,” tambahnya.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk lebih agresif menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal. Upaya tersebut dinilai semakin penting seiring berkembangnya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menuntut tenaga kerja terampil dan kompeten.

“Kesempatan akan terbuka, tapi hanya bagi mereka yang benar-benar siap. Itu yang harus kita persiapkan dari sekarang,” tutupnya.

(Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Hasil ProASN Kukar Disiapkan untuk Pengembangan Karier dan Talent Pool ASN
ProASN Kukar Jadi Dasar Pengembangan Karier dan Talenta 400 ASN
Pemkab Kukar Sesuaikan Regulasi Wilayah, Perda Kecamatan Sedulang Diusulkan Dicabut
Pemkab Kukar dan Kodim Perkuat Kolaborasi Jaga Kondusivitas Daerah
Dispora Kukar Susun Kerangka Kontingen KORMI, Tunggu Kepastian Inorga di Fornas
Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang
Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur
Atur Pedagang Kaki Lima hingga Parkir Liar, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Hasil ProASN Kukar Disiapkan untuk Pengembangan Karier dan Talent Pool ASN

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:15 WIB

ProASN Kukar Jadi Dasar Pengembangan Karier dan Talenta 400 ASN

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Pemkab Kukar Sesuaikan Regulasi Wilayah, Perda Kecamatan Sedulang Diusulkan Dicabut

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Pemkab Kukar dan Kodim Perkuat Kolaborasi Jaga Kondusivitas Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Dispora Kukar Susun Kerangka Kontingen KORMI, Tunggu Kepastian Inorga di Fornas

Berita Terbaru

Foto: Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.

Pemkab Kukar

Pemkab Kukar Pastikan Anak Korban Kebakaran Kembali Bersekolah

Kamis, 8 Okt 2026 - 00:31 WIB