Infonusa.co, Tenggarong – Anggota DPRD Kukar Dapil III, Safruddin terus mengkampanyekan konsep pertanian tanpa kotor dengan memasyarakatkan penggunaan alsintan (alat dan mesin pertanian) di kalangan petani.
Lewat sejumlah kegiatan sosialisasi dan pelatihan, dia memperkenalkan teknologi seperti hand tractor, kultivator, hingga drone spray untuk menyemprot lahan.
“Petani tak perlu lagi basah kuyup dan berlumpur. Dengan kultivator, pengganti cangkul, dan mesin tanam padi, pekerjaan jadi lebih cepat dan bersih,” terangnya, Sabtu (2/8/2025).
Di lokasi percontohan, sejumlah hand tractor dan jonder (alat pengolahan tanah roda tiga) telah didistribusikan ke kelompok tani.
Safruddin juga memaparkan rencana pembelian drone spray seharga Rp250 juta per unit yang nantinya akan dioperasikan bersama oleh lima kelompok tani dalam satu Gapoktan.
“Dengan satu drone, penyemprotan lahan satu hektare cukup hitungan menit. Ini efisiensi luar biasa,” ujarnya.
Menurutnya, melalui pelatihan intensif, para petani belajar mengoperasikan teknologi tersebut, sehingga mereka dapat memanen menggunakan combine harvester, mesin panen yang memungkinkan kerja tanpa menyentuh tanah.
Adapun, model ini terinspirasi dari praktik pertanian modern di Thailand yang mampu memproduksi ratusan ton padi tanpa lumpur.
Safruddin berharap, adopsi teknologi ini mampu menarik generasi muda ke sektor pertanian dan meningkatkan produktivitas, sekaligus menjaga kebersihan lahan dan kesehatan petani.
“Pertanian itu modern dan bergengsi, bukan semata kerja kotor,” tutupnya. (Adv)









