Infonusa.co, Tenggarong – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara terus menunjukkan perhatian serius terhadap isu lingkungan, khususnya dampak pasca aktivitas pertambangan.
Anggota Komisi I dari Dapil 3, Mohammad Hidayat, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berperan dalam pengawasan, tetapi juga mendorong pelibatan aktif masyarakat.
“Masalah pasca tambang bukan hal sepele. Jika ada dampak sosial atau ekologis yang dirasakan warga, kami minta agar dilaporkan. Komisi I akan memfasilitasi penyelesaiannya,” ujarnya, Selasa (20/5/2025).
Hidayat menilai keterlibatan warga sangat penting sebagai deteksi dini terhadap dampak lingkungan, karena masyarakat merupakan pihak pertama yang merasakan perubahan maupun kerusakan di sekitar lokasi tambang.
Komisi I DPRD Kukar saat ini juga tengah mengawal penyelesaian kasus kerang dara yang mendapat perhatian luas. Ia memastikan pihaknya akan terus memantau hingga kasus tersebut menemukan titik terang.
Selain itu, koordinasi lintas instansi juga diperkuat agar isu lingkungan bisa ditangani secara terpadu.
“Pendekatan partisipatif menjadi prinsip utama kami. Setiap kebijakan lingkungan harus melibatkan masyarakat yang terdampak langsung,” tambah Hidayat.
Menurutnya, DPRD Kukar berkomitmen menjaga keseimbangan antara kegiatan pembangunan dan perlindungan lingkungan. Warga pun menyambut baik peran mediasi Komisi I yang membuat aspirasi lebih mudah tersampaikan melalui forum-forum diskusi terbuka.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai legislatif, menjaga agar pembangunan tidak mengorbankan kelangsungan hidup masyarakat,” tutupnya. (Adv)









