Infonusa.co, Tenggarong – Setelah penyampaian KUA-PPAS APBD 2026, Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menegaskan bahwa pihaknya kini menunggu penyampaian KUA-PPAS Perubahan 2025 dari Pemkab Kukar.
Pernyataan ini disampaikan oleh Yani saat diwawancarai oleh awak media di Ruang Sidang Utama DPRD Kukar pada Senin (28/7/2025).
“APBD tahun 2025 itu pintu masuk setelah KUA–PPAS 2026 disampaikan. Kami harap segera menyusul penyampaian KUA–PPAS untuk perubahan 2025 karena hal itu sangat penting,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa penyusunan APBD Perubahan 2025 diperlukan untuk menyesuaikan rencana anggaran dengan kondisi aktual di lapangan.
Ia menyebut, kekhawatiran terhadap defisit anggaran tidak perlu dibesar-besarkan, karena sebenarnya Kukar memiliki anggaran yang cukup besar.
“Kami di DPRD tidak mengenal istilah defisit. Yang terjadi adalah rencana penganggaran sebelumnya terlalu banyak, melebihi kemampuan riil anggaran yang tersedia,” jelasnya.
Menurutnya, Kukar sejatinya memiliki anggaran yang sangat signifikan, berkisar antara Rp 9 hingga Rp 11 triliun, sehingga masalahnya bukan pada kekurangan dana, melainkan kurangnya skala prioritas dalam merancang program.
“Kalau ada kegiatan yang belum prioritas, ya tidak usah dilaksanakan tahun ini. Lebih baik difokuskan ke hal-hal yang benar-benar mendesak dan menyentuh kebutuhan masyarakat langsung,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa perubahan APBD harus diarahkan untuk membiayai program-program strategis, seperti perbaikan sekolah rusak, jalan berlubang, fasilitas publik yang tak layak, serta infrastruktur dasar yang selama ini banyak dikeluhkan warga.
“Kita berharap, begitu KUA-PPAS Perubahan 2025 resmi disampaikan ke DPRD, pembahasan dapat segera dimulai dengan pendekatan efisiensi dan efektivitas, demi memastikan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” tandasnya. (Adv)









