Jangan Sampai Hadir Masalah Baru Pada Proyek Pembangunan Terowongan

- Jurnalis

Rabu, 18 Januari 2023 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie. (Istimewa)

Anggota DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie. (Istimewa)

infonusa.co, Samarinda – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda kembali membahas kesiapan pembangunan Terowongan Selili.

Pembangunan terowongan ini menjadi hangat diperbincangkan oleh masyarakat umum. Pasalnya masyarakat kini menunggu proses pembangunan tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Sekertaris Komisi III DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie saat usai menggelar rapat bersama Dinas PUPR di Ruang Rapat Utama DPRD Kota Samarinda, Rabu (18/1/2023).

Novan mengatakan bahwa agenda yang dilakukan untuk memberi ruang kepada Dinas PUPR untuk memaparkan tentang kesiapan mereka terhadap pembangunan Terowongan di Selili. Mengingat pembangunan tersebut diprediksi rampung pada tahun 2024.

Bahkan, berdasarkan pemaparan Dinas PUPR Kota Samarinda kepada Komisi III DPRD Samarinda dalam tahun 2023 mereka menargetkan pembangunan fisik mencapai 50 persen.

“Dalam tahun 2023 ini PUPR menargetkan pembangunan fisik sampai 50 persen lebih, dan progres pembangunan fisik ditargetkan berjalan di bulan maret tahun ini,” katanya.

Selain memperhatikan pemaparan tentang progres pembangunan terowonga oleh Dinas PUPR, Novan juga menyampaikan pihaknya turut memberikan masukan sebagai upaya mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi. Diantaranya yakni, efek kemacetan dari proses pembangunan, dampak pembangunan terhadap sistem drainase.

Dengan adanya pembangunan ini, kata Legislator Golkar bahwa jangan sampai menimbulkan masalah baru disekitar wilayah pembangunan.

“Masukan ini kita sampaikan agar pelaksana pembangunan bisa mewanti-wanti, soal gimana nanti arus lalu lintas pada saat pembangunan dan juga bagaimana arus drainase agar aliran air tidak mengalir ketempat lain, apalagi sampai terjadi banjir, itu yang kita antisipasi,” paparnya.

Sebagai informasi, Total panjang proyek pembangunan terowongan sekitar 700 meter dan membutuhkan anggaran sebanyak 395 Miliar.

Politikus Golkar tersebut berharap proses pembangunan ini bisa berjalan lancar agar kemacetan yang terjadi di Jalan Otto Iskandar bisa segera teratasi. (HN/ADV/Eko).

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru