Infrastruktur Digital Belum Merata, DPRD Kaltim Nilai Pemanfaatan E-Book di SMA Masih Tertinggal

- Jurnalis

Selasa, 9 Desember 2025 - 22:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan

Infonusa.co, Samarinda – Arah kebijakan pendidikan yang mendorong pembelajaran berbasis digital ternyata belum sepenuhnya berjalan di lapangan. Di sejumlah SMA di Kalimantan Timur, buku pelajaran cetak masih dibeli dan digunakan, menandakan kesiapan infrastruktur digital sekolah belum merata.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menilai kondisi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa transformasi pendidikan digital masih menghadapi hambatan mendasar. Padahal, kurikulum saat ini telah mengarahkan pemanfaatan e-book sebagai standar pembelajaran.

“Kalau sistem digital sudah siap, seharusnya sekolah tidak lagi bergantung pada buku fisik. Fakta bahwa buku masih dibeli menunjukkan ada fasilitas yang belum terpenuhi,” ujarnya.

Agusriansyah menjelaskan, persoalan ini tidak berdiri sendiri. Keterbatasan jaringan internet, minimnya perangkat pendukung, hingga belum optimalnya laboratorium dan sarana teknologi menjadi rangkaian masalah yang saling berkaitan.

Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak bisa hanya dilihat dari tampilan gedung sekolah yang megah. Tanpa dukungan fasilitas digital yang memadai, kualitas pembelajaran akan tertinggal dari tuntutan zaman.

“Bangunan boleh bagus, tapi kalau akses digitalnya tidak siap, maka siswa tetap tertinggal. Pendidikan harus menjawab kebutuhan masa depan,” tegasnya.

Politisi PKS tersebut juga menekankan pentingnya pemerataan layanan pendidikan digital agar seluruh siswa, tanpa terkecuali, mendapatkan akses pembelajaran modern. Selain sarana, peningkatan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi juga dinilai tidak kalah penting.

Ia berharap transformasi digital di sektor pendidikan tidak berhenti pada tataran kebijakan semata, tetapi benar-benar diwujudkan hingga ke ruang kelas di seluruh wilayah Kaltim.

“Digitalisasi pendidikan harus dirasakan secara nyata oleh siswa dan guru. Kalau tidak, visi pendidikan modern hanya akan menjadi slogan,” pungkasnya.

(Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Pemkab Kukar Sinkronkan Data Penerima Insentif Pelayan Keagamaan untuk 2027
Pemulihan Korban Kebakaran Melayu Dikaji Sekaligus dengan Penataan Jalan
Dispar Kukar Dorong Memanda Kutai Perluas Panggung hingga Nasional
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026

Berita Terbaru

Foto: Rapat pembahasan persiapan peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kukar. (Istimewa)

Advertorial

Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026

Senin, 12 Okt 2026 - 19:41 WIB