Idham Desak Tindak Lanjut Dugaan Pelecehan Santri di Pondok Pesantren Kukar

- Jurnalis

Rabu, 13 Agustus 2025 - 21:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Idham Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kukar.

Muhammad Idham Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kukar.

Infonusa.co, Tenggarong – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Muhammad Idham, menanggapi serius kasus dugaan pelecehan yang dialami tujuh orang santri di salah satu pondok pesantren di Kukar.

Peristiwa ini dilaporkan terjadi dalam rentang waktu Februari 2024 hingga Juli 2025, dan melibatkan seorang oknum ustaz yang kini tengah disorot publik.

Menurut Idham, kasus semacam ini tidak boleh dianggap sepele, apalagi menyangkut dunia pendidikan dan pembinaan moral di pondok pesantren.

Ia menegaskan, pihaknya di Komisi IV akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta instansi terkait lainnya untuk memastikan langkah-langkah penanganan berjalan sesuai aturan.

“Artinya ini harus kita tindaklanjuti. Saya sudah coba komunikasi dengan pihak dinas, dan kita ingin memastikan apakah kasus ini benar-benar sudah mendapat perhatian dan tindakan yang memadai,” ungkapnya.

Idham menilai, kasus dugaan pelecehan di lingkungan pesantren bukan hanya menimbulkan luka mendalam bagi para korban, tetapi juga dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan berbasis agama.

Dia khawatir jika persoalan ini tidak ditangani secara transparan dan tegas, akan muncul trauma di kalangan orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka di pesantren.

“Padahal pondok itu kan tempat utama kita menitipkan anak-anak, untuk dibina akhlaknya, diberi ilmu agama, sekaligus ilmu umum. Kalau ada kasus seperti ini, orang tua bisa ragu, bahkan trauma,” jelasnya.

Sebagai seorang lulusan pesantren, Idham mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga marwah dan nama baik pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang selama ini dikenal mampu mencetak generasi berakhlak dan berilmu.

“Saya tahu betul bagaimana kehidupan di pondok, semua ada di sana, lengkap. Maka sangat disayangkan jika kejadian seperti ini merusak kepercayaan masyarakat. Jangan sampai satu oknum mencoreng nama besar pondok,” tegasnya.

Lebih jauh, Idham menekankan pentingnya keterbukaan di lingkungan pesantren. Menurutnya, setiap kegiatan, aktivitas, maupun kebijakan internal pesantren harus melibatkan dan diinformasikan kepada orang tua santri. Hal ini penting agar ada pengawasan bersama dan kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

“Penekanan saya, pondok-pondok itu harus terbuka. Setiap ada kegiatan apa pun, orang tua juga harus tahu. Dengan begitu, ada rasa aman dan nyaman. Keterbukaan ini mutlak diperlukan,” pungkasnya. (Adv)

Berita Terkait

DPRD Kukar Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat Loa Kulu Kota
Sugeng Hariadi Minta BPJS Perluas Cakupan Penyakit, Bukan Naikkan Tarif
Muhammad Idham Desak Pemerataan Alokasi Anggaran Pembangunan di Kukar
DPRD Kukar Tekankan Penyediaan Air Bersih di Kecamatan Muara Jawa
Ketua DPRD Kukar Tekankan Pentingnya Pengelolaan Profesional Kawasan Kuliner
DPRD Kukar Soroti Infrastruktur Jalan dan Jembatan di Muara Muntai
Ketua DPRD Kukar Minta Program Rp150 Juta per RT Dikaji Ulang
Ketua DPRD Kukar Desak Evaluasi HGU PT BDA
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 September 2025 - 18:22 WIB

DPRD Kukar Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat Loa Kulu Kota

Sabtu, 6 September 2025 - 17:11 WIB

Sugeng Hariadi Minta BPJS Perluas Cakupan Penyakit, Bukan Naikkan Tarif

Sabtu, 6 September 2025 - 17:02 WIB

Muhammad Idham Desak Pemerataan Alokasi Anggaran Pembangunan di Kukar

Sabtu, 6 September 2025 - 16:59 WIB

DPRD Kukar Tekankan Penyediaan Air Bersih di Kecamatan Muara Jawa

Sabtu, 6 September 2025 - 16:39 WIB

Ketua DPRD Kukar Tekankan Pentingnya Pengelolaan Profesional Kawasan Kuliner

Berita Terbaru