Firnadi Ikhsan Tekankan Kepastian Pasar Jadi Kunci Kelangsungan Peternak Ayam Petelur

- Jurnalis

Selasa, 9 Desember 2025 - 21:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan

Infonusa.co, Samarinda – Antusiasme masyarakat untuk mengembangkan usaha ayam petelur di Kalimantan Timur dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan pasar. Kondisi ini menjadi perhatian serius DPRD Kaltim agar upaya pemberdayaan ekonomi warga tidak berhenti di tengah jalan.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, menyebut bahwa tantangan terbesar peternak ayam petelur saat ini bukan pada produksi, melainkan pada kepastian penyerapan hasil. Tanpa pasar yang jelas, perluasan usaha justru berisiko merugikan peternak.

“Sebelum mendorong masyarakat menambah populasi ternak, yang harus dipastikan lebih dulu adalah pasarnya. Kalau tidak, peternak bisa terjebak pada kelebihan produksi,” ujarnya.

Firnadi menjelaskan, minat masyarakat terhadap usaha ayam petelur sepanjang 2025 cukup tinggi. Namun, fluktuasi harga dan keterbatasan akses pasar membuat usaha ini belum sepenuhnya stabil. Karena itu, ia bersama sejumlah pihak berupaya membuka jalur distribusi yang lebih pasti bagi peternak lokal.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah menghubungkan peternak dengan jaringan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kaltim. Menurut Firnadi, dapur-dapur tersebut memiliki kebutuhan telur yang konsisten dan berpotensi menjadi pasar jangka panjang.

“Satu dapur MBG saja membutuhkan sekitar enam ribu butir telur setiap minggu. Jika jumlah dapur terus bertambah, ini bisa menjadi penopang pasar yang sangat menjanjikan bagi peternak lokal,” jelasnya.

Ia berharap peluang tersebut dapat dimanfaatkan oleh peternak, khususnya masyarakat desa yang baru merintis usaha. Dengan pasar yang lebih terjamin, usaha ayam petelur dinilai dapat berkembang secara berkelanjutan dan menjadi sumber penghasilan baru bagi warga.

“Produksi boleh ditingkatkan, tapi pasar harus berjalan seiring. Kalau keduanya seimbang, usaha masyarakat akan jauh lebih kuat dan berumur panjang,” pungkasnya.

(Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:27 WIB

Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh

Berita Terbaru