DPRD PPU Siap Berikan Sentuhan Parlemen untuk Dukung Petani Tambak yang Terkendala Permodalan

- Jurnalis

Senin, 16 September 2024 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infonusa.co, Penajam Paser Utara – Petani tambak di Penajam Paser Utara (PPU) masih berjuang menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal permodalan dan akses pasar. Melihat hal ini, DPRD PPU, melalui peran legislatifnya, berkomitmen untuk memberikan perhatian khusus pada sektor tambak guna membantu petani keluar dari kesulitan.

Anggota DPRD PPU, Roman Rading, menegaskan bahwa DPRD berkomitmen mendorong pemerintah daerah untuk lebih intensif memberikan dukungan kepada petani tambak yang membutuhkan.

“Permasalahannya adalah sekarang ada sisi permodalan,” ungkap Roman.

Ia menjelaskan bahwa petani tambak saat ini masih terkendala dalam mengakses modal yang cukup untuk mengembangkan usaha mereka.

Permodalan yang terbatas membuat banyak petani tambak tidak mampu meningkatkan skala produksi atau menerapkan teknologi baru yang dapat meningkatkan efisiensi budidaya tambak.

DPRD PPU, menurut Roman, melalui sentuhan parlemen, berupaya untuk menjembatani kebutuhan petani tambak dengan pemerintah.

“Sentuhan dari parlemen, sentuhan oleh pemerintah masih diharapkan sentuhan ke pihak petani,” lanjutnya.

Ia menilai bahwa upaya parlemen dalam memberikan dukungan kebijakan dan mendorong pemerintah untuk lebih peduli terhadap sektor tambak sangat dibutuhkan. Roman berharap bahwa dengan sentuhan ini, petani tambak bisa mendapatkan akses permodalan yang lebih mudah dan lebih luas.

Roman juga menekankan bahwa masalah permodalan bukanlah satu-satunya kendala yang dihadapi petani tambak. Akses pasar menjadi tantangan besar lain yang menghambat pertumbuhan sektor tambak di PPU.

Menurutnya, banyak petani tambak yang kesulitan menjual hasil produksi mereka dengan harga yang menguntungkan, karena akses mereka ke pasar masih sangat terbatas.

Hal ini menyebabkan petani sering kali harus menjual hasil tambak mereka kepada pengepul dengan harga yang jauh di bawah harga pasar, yang pada akhirnya merugikan petani. ADV/IB

Berita Terkait

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar
DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan
Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi
DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen
Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan
DPRD PPU Soroti Pengawasan Dapur MBG, Keamanan Makanan Jadi Perhatian
Karhutla dan Kemarau Tekan PPU, DPRD Dorong Embung untuk Selamatkan Pertanian
CT Scan Sudah Ada, DPRD PPU Dorong SDM dan Perawatan Alat Diperkuat
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:51 WIB

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar

Rabu, 16 September 2026 - 21:49 WIB

DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan

Selasa, 15 September 2026 - 21:47 WIB

Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi

Senin, 14 September 2026 - 21:45 WIB

DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen

Senin, 14 September 2026 - 21:43 WIB

Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB