DPRD PPU Ingatkan Forum TJSL Jangan Jadi Pintu Tarik Dana Perusahaan

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sekretaris Komisi II DPRD PPU, Jamaludin.

Foto: Sekretaris Komisi II DPRD PPU, Jamaludin.

INFONUSA.CO, PENAJAM – Pembentukan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diminta tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan. DPRD PPU mendorong forum tersebut memiliki mekanisme yang jelas agar program perusahaan benar-benar terarah dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Sekretaris Komisi II DPRD PPU, Jamaludin, mengatakan gagasan forum tersebut seharusnya menjadi ruang untuk menyamakan persepsi antara pemerintah daerah dan perusahaan terkait pelaksanaan tanggung jawab sosial. Menurutnya, pemerintah tidak perlu mengambil alih maupun mengelola dana TJSL perusahaan. Yang dibutuhkan adalah mekanisme koordinasi sehingga program yang dijalankan perusahaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.

“Jadi kita ingin seperti Bontang. Dengan perda yang ada, mereka dapat mengendalikan dan mengatur secara sistematik terkait CSR perusahaan, tanpa pemerintah harus mengambil uang atau memegang uang,” kata Jamaludin.

Ia menilai kepastian mekanisme menjadi penting bagi perusahaan. Jamaludin mengaku pernah mempertanyakan pola penghimpunan dana perusahaan ketika masih berkecimpung di lingkungan perusahaan. Menurutnya, setiap permintaan kontribusi harus memiliki dasar dan tujuan penggunaan yang jelas.

“Kalau kami harus menyetor, biasanya tidak seperti itu. Kami minta dasarnya dulu. Kalau ada dasarnya, kita bisa komunikasikan dengan pimpinan,” ujarnya.

Karena itu, Jamaludin berharap penguatan Forum TJSL PPU diarahkan untuk membangun sistem kolaborasi, bukan menjadikan pemerintah sebagai pengelola dana perusahaan. Namun, ia mengaku belum melihat arah tersebut secara jelas dalam pembahasan forum. Ia bahkan mengkhawatirkan keberadaan forum justru menjadi pintu untuk mencari persoalan perusahaan yang kemudian berujung pada permintaan kontribusi.

“Saya sebenarnya mendorong agar forum TJSL ini dimantapkan kembali oleh pemerintah. Tapi di dalam pembahasan, terus terang saya tidak menemukan niat ke sana,” katanya.

Menurut Jamaludin, kontribusi perusahaan semestinya diarahkan pada kebutuhan masyarakat yang konkret. Salah satu sektor yang dinilainya dapat menjadi sasaran adalah pembiayaan jaminan kesehatan masyarakat yang selama ini menjadi beban pemerintah daerah. Ia menilai perusahaan dapat mengambil bagian melalui program TJSL dengan mekanisme yang disepakati bersama. Pemerintah cukup mengatur arah dan mekanismenya, sementara pelaksanaan program tetap menjadi tanggung jawab perusahaan.

“Dana CSR perusahaan yang ada bisa membantu pemerintah. Pemerintah tidak lagi terlibat. Silakan perusahaan sendiri, tetapi mekanismenya diatur,” ujarnya.

Jamaludin menegaskan Forum TJSL perlu memiliki tujuan, mekanisme pelaksanaan, sasaran program, serta ukuran manfaat yang jelas. Dengan demikian, keberadaan forum tidak sekadar memenuhi kebutuhan administratif ataupun menjadi agenda seremonial. Ia mengingatkan, tanpa sistem yang jelas, forum berpotensi kehilangan fungsi utamanya sebagai ruang koordinasi antara pemerintah dan dunia usaha.

“Jangan sampai bentuk itu hanya untuk memanfaatkan anggarannya. Karena itu sering terjadi,” pungkasnya. (ADV/N/DPRDPPU)

Berita Terkait

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar
DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan
Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi
DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen
Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan
DPRD PPU Soroti Pengawasan Dapur MBG, Keamanan Makanan Jadi Perhatian
Karhutla dan Kemarau Tekan PPU, DPRD Dorong Embung untuk Selamatkan Pertanian
CT Scan Sudah Ada, DPRD PPU Dorong SDM dan Perawatan Alat Diperkuat
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:51 WIB

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar

Rabu, 16 September 2026 - 21:49 WIB

DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan

Selasa, 15 September 2026 - 21:47 WIB

Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi

Senin, 14 September 2026 - 21:45 WIB

DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen

Senin, 14 September 2026 - 21:43 WIB

Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB