DPRD PPU Dorong Promosi Budaya dan Pariwisata Lewat Kolaborasi dengan Badan Penghubung Kaltim

- Jurnalis

Kamis, 7 Agustus 2025 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD PPU, Raup Muin, bersama Wakil Ketua H. Syahrudin M Noor dan H. Andi Muhammad Yusup, serta Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin.

Ketua DPRD PPU, Raup Muin, bersama Wakil Ketua H. Syahrudin M Noor dan H. Andi Muhammad Yusup, serta Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin.

Infonusa.co, PPU Pimpinan DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan kunjungan resmi ke Badan Penghubung Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di Jakarta untuk menjajaki penguatan kerja sama di bidang budaya dan pariwisata. Langkah ini disebut sebagai upaya memperluas jejaring diplomasi daerah, terutama menyusul posisi PPU sebagai bagian dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kunjungan dipimpin Ketua DPRD PPU, Raup Muin, bersama Wakil Ketua H. Syahrudin M Noor dan H. Andi Muhammad Yusup, serta Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin. Rombongan diterima Kepala Seksi Pelayanan Badan Penghubung Kaltim, Yulianti.

Raup Muin menyampaikan bahwa PPU memiliki potensi budaya dan pariwisata yang perlu diperkuat akses dan promosinya. Ia menegaskan, perubahan struktur geografis dan politik akibat kehadiran IKN membuka kesempatan kolaborasi yang lebih luas, termasuk dengan komunitas internasional.

“Kami ingin pengembangan sektor budaya dan pariwisata di PPU mendapat dukungan dan ruang kerja sama yang lebih konkret. Kesempatan terbuka, terutama melalui jaringan diplomasi yang selama ini dibangun lewat pertemuan dengan para Duta Besar,” ujarnya, Kamis (7/8/2025).

Yulianti menjelaskan pihaknya tengah menyiapkan gala dinner pada September 2025 dengan menghadirkan sekitar 30 Duta Besar. Sejumlah negara disebut telah menunjukkan ketertarikan terhadap potensi pertanian dan pengembangan petani milenial di PPU.

Selain itu, Pimpinan DPRD mengusulkan agar PPU mendapatkan ruang promosi tetap melalui kalender budaya di Anjungan Kalimantan Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Upaya tersebut dinilai strategis untuk menampilkan identitas budaya daerah kepada publik nasional maupun internasional.

“TMII dapat menjadi etalase budaya PPU. Kami ingin potensi lokal ini hadir di ruang yang lebih luas,” kata Raup.

Badan Penghubung Provinsi Kaltim menyatakan siap memperkuat koordinasi untuk merealisasikan agenda tersebut. Kolaborasi lintas institusi disebut menjadi kunci agar peluang kerja sama dan investasi dapat ditindaklanjuti secara terarah.(aw/adv/dprd/ppu)

Berita Terkait

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
DPRD Samarinda Minta OPD Jangan Malu Curhat Soal Minimnya Anggaran dan Fasilitas Pelayanan
Sampah Menumpuk Bukan Melulu Soal Kinerja, DPRD Samarinda Minta Evaluasi Total Armada DLH
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:33 WIB

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:31 WIB

Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah

Berita Terbaru