DPRD Kaltim Nilai Pajak Alat Berat Masih Jadi Celah Besar Peningkatan PAD

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin

Infonusa.co, Samarinda – Aktivitas perusahaan besar di Kalimantan Timur dinilai belum sepenuhnya berkontribusi optimal terhadap pendapatan asli daerah (PAD). DPRD Kaltim melihat masih ada celah besar dari sektor pajak alat berat, kendaraan operasional, hingga konsumsi bahan bakar yang belum tergarap maksimal.

Komisi II DPRD Kaltim menyoroti penggunaan alat berat dan armada operasional perusahaan yang intens, khususnya di Kutai Kartanegara dan sejumlah wilayah lainnya. Aktivitas tersebut, menurut dewan, seharusnya mampu memberikan pemasukan signifikan bagi daerah jika dipungut secara tertib dan terukur.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, menegaskan bahwa pemungutan pajak alat berat dan pajak bahan bakar bukanlah kebijakan baru dan telah memiliki landasan hukum yang jelas dalam regulasi perpajakan daerah.

“Ini bukan pungutan tambahan. Aturannya sudah ada dan sah. Tinggal bagaimana pengawasannya diperkuat,” ujarnya.

Husni menilai optimalisasi pajak di sektor ini penting untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah. Selain meningkatkan PAD provinsi, hasilnya juga akan mengalir ke kabupaten dan kota melalui skema bagi hasil.

Menurutnya, ketergantungan daerah terhadap sektor ekstraktif seperti batu bara dan migas tidak bisa terus dipertahankan. Diversifikasi sumber pendapatan menjadi langkah strategis agar keuangan daerah lebih stabil dalam jangka panjang.

DPRD Kaltim pun mendorong pemerintah provinsi agar tidak hanya mengandalkan laporan administratif perusahaan. Pendataan ulang dan pengawasan langsung di lapangan dinilai perlu diperbanyak guna memastikan seluruh potensi pajak benar-benar masuk ke kas daerah.

“Kalau hanya mengandalkan data di atas kertas, potensi kebocoran masih sangat besar,” tegas Husni.

Ia berharap dengan penertiban yang lebih serius, kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan daerah dapat berjalan lebih adil dan berimbang.

(Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Semarakkan HUT ke-81 RI, DPRD Samarinda Gelar Beragam Acara Tanpa APBD
Jangan Cuma Dirazia, Anhar Minta Penanganan Gepeng Diikuti Pembinaan dan Rehabilitasi
Data Penduduk Belum Valid, DPRD Samarinda Minta Disdukcapil Cepat Terapkan KTP Digital ​
Wacana Pengalihan Pengelolaan Guru ASN ke Pemerintah Pusat, DPRD Samarinda Beri Respon Cepat
DPRD Samarinda Gerak Cepat Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika Untuk Generasi Muda
Dorong Perlindungan Pekerja, Sri Puji Astuti Soroti Pentingnya Surat Edaran Wali Kota
6.000 Anak di Samarinda Belum Bersekolah, Komisi IV DPRD Ungkap Dominasi Usia PAUD
Warga Ramai-Ramai Beralih ke Pertalite Membuat SPBU Mengular, Novan Syahronie Desak Pertamina Cari Solusi
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Semarakkan HUT ke-81 RI, DPRD Samarinda Gelar Beragam Acara Tanpa APBD

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Jangan Cuma Dirazia, Anhar Minta Penanganan Gepeng Diikuti Pembinaan dan Rehabilitasi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:56 WIB

Data Penduduk Belum Valid, DPRD Samarinda Minta Disdukcapil Cepat Terapkan KTP Digital ​

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Wacana Pengalihan Pengelolaan Guru ASN ke Pemerintah Pusat, DPRD Samarinda Beri Respon Cepat

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:49 WIB

DPRD Samarinda Gerak Cepat Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika Untuk Generasi Muda

Berita Terbaru