DPRD Kaltim Nilai Kontribusi Sungai Mahakam Belum Maksimal, Aktivitas Padat Tak Sejalan dengan Penerimaan

- Jurnalis

Jumat, 28 November 2025 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis

Infonusa.co, Samarinda – Setiap hari Sungai Mahakam dipenuhi lalu lintas tongkang dan kapal logistik yang mengangkut hasil industri Kalimantan Timur. Dari batu bara, CPO, hingga berbagai kebutuhan sektor strategis, sungai ini menjadi jalur vital yang menopang denyut ekonomi daerah. Namun di balik padatnya aktivitas tersebut, kontribusi finansial yang kembali ke daerah dinilai masih jauh dari harapan.

DPRD Kaltim menyoroti fakta bahwa penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari pemanfaatan alur Sungai Mahakam hanya berada di kisaran Rp395 miliar per tahun. Angka tersebut dinilai tidak mencerminkan skala dan intensitas kegiatan ekonomi yang berlangsung di sepanjang sungai utama Kaltim itu.

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menyebut Sungai Mahakam memiliki peran strategis yang sangat besar dalam menopang sektor industri dan distribusi barang. Namun menurutnya, peran vital tersebut belum diikuti dengan kontribusi pendapatan yang proporsional.

“Mahakam ini jalur utama pergerakan ekonomi Kaltim. Aktivitasnya sangat padat, tapi pemasukan yang dihasilkan belum sebanding,” ujar Ananda.

Ia menilai, kondisi ini perlu mendapat perhatian serius, terlebih di tengah situasi keuangan daerah yang tertekan akibat berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Menurut Ananda, optimalisasi potensi sungai dapat menjadi salah satu alternatif memperkuat kemandirian fiskal daerah.

“Kalau potensi pendapatan daerah bisa dimaksimalkan, kita tidak perlu terlalu bergantung pada pusat. Dampaknya bisa langsung dirasakan pada sektor pendidikan, kesehatan, hingga pemerataan pembangunan,” jelasnya.

Ananda mendorong pemerintah provinsi untuk mengambil langkah lebih strategis dengan memperkuat sinergi bersama instansi terkait, seperti KSOP, Pelindo, serta Perusahaan Daerah, termasuk MBS. Ia menilai pengelolaan alur sungai tidak cukup hanya sebatas fungsi transportasi, tetapi harus diarahkan agar memberi nilai tambah ekonomi bagi daerah.

“Potensinya besar sekali. Kalau tidak ada terobosan dan pengelolaan yang lebih serius, kontribusinya akan terus stagnan,” pungkasnya. (Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:27 WIB

Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh

Berita Terbaru