DPRD Kaltim Dorong Percepatan Diversifikasi Ekonomi di Tengah Tekanan Sektor Batu Bara dan Pemangkasan TKD

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan

Infonusa.co, Samarinda – Kondisi perekonomian Kalimantan Timur saat ini menghadapi tekanan serius seiring merosotnya harga batu bara di pasar global. Situasi tersebut diperparah dengan melemahnya permintaan dari dua negara tujuan ekspor utama, yakni India dan China.

Di sisi lain, kebijakan pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) dengan persentase yang cukup besar turut mempersempit ruang fiskal pemerintah daerah. Kombinasi faktor eksternal dan internal ini dinilai berdampak langsung terhadap kapasitas pembiayaan pembangunan di Kaltim.

Menanggapi keadaan tersebut, Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, meminta Pemerintah

Provinsi Kalimantan Timur segera mengambil langkah strategis dengan mempercepat pengembangan sektor ekonomi alternatif di luar pertambangan.

Ia menilai ketergantungan daerah terhadap komoditas batu bara sudah berlangsung terlalu lama dan membuat struktur ekonomi Kaltim rentan terhadap gejolak global.

“Selama ini batu bara menjadi tulang punggung, tetapi sebenarnya Kaltim memiliki potensi lain yang tidak kalah besar,” kata Firnadi.

Firnadi menyebutkan sektor perkebunan dan perikanan sebagai dua bidang yang dinilai memiliki prospek kuat untuk dikembangkan secara lebih serius. Ia menuturkan bahwa produksi perikanan di Kaltim tergolong melimpah dan bahkan telah mampu memenuhi kebutuhan daerah sendiri.

Menurutnya, apabila didukung dengan pengelolaan yang baik dan perluasan akses pasar, khususnya ekspor, sektor perikanan berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.

“Sudah saatnya kita mengoptimalkan sektor-sektor non tambang seperti perikanan dan perkebunan agar tidak terus bergantung pada hasil bumi,” ujarnya.

Meski demikian, Firnadi mengingatkan bahwa proses peralihan struktur ekonomi tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Ia menilai pemerintah perlu menyusun tahapan transisi yang matang, mengingat pendapatan dari sektor alternatif tidak serta-merta bisa menyamai kontribusi batu bara.

“Kita harus realistis. Yang penting adalah menyiapkan sektor pengganti yang berkelanjutan dan mampu menopang ekonomi daerah dalam jangka panjang,” jelasnya.

Ia juga menyoroti dampak pemotongan TKD yang dinilai semakin menekan kondisi keuangan daerah. Dengan berkurangnya dana transfer dari pusat, sejumlah program pembangunan berpotensi mengalami perlambatan.

“Pemangkasan TKD jelas berpengaruh besar terhadap pelaksanaan pembangunan dan ini perlu segera diantisipasi,” tambahnya.

Sebagai salah satu solusi, Firnadi mendorong optimalisasi peran Perusahaan Daerah (Perseroda) agar lebih aktif dalam mengelola dan mengembangkan potensi ekonomi non tambang di Kaltim.

“Perseroda harus diperkuat agar bisa menjadi motor penggerak dalam menciptakan sumber-sumber pendapatan baru bagi daerah,” tuturnya.

Ia berharap upaya diversifikasi ekonomi tersebut dapat memperkuat ketahanan fiskal Kalimantan Timur serta menciptakan struktur pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan ke depan.

“Dengan langkah itu, ketergantungan terhadap sektor tambang perlahan bisa kita kurangi,” pungkasnya. (Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:27 WIB

Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh

Berita Terbaru