DPRD Kaltim Desak Pemerintah Pusat Tinjau Ulang Wacana Pemangkasan DBH

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sugiyono

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sugiyono

Infonusa.co, Samarinda – Wacana pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) kembali memantik kekhawatiran di daerah penghasil sumber daya alam, termasuk Kalimantan Timur. DPRD Kaltim menilai kebijakan tersebut berpotensi menekan ruang fiskal daerah dan mengganggu kesinambungan pelayanan publik.

Bagi Kaltim, DBH bukan sekadar alokasi anggaran, melainkan instrumen utama untuk membiayai berbagai kebutuhan dasar masyarakat. Ketergantungan terhadap dana ini membuat setiap perubahan kebijakan di tingkat pusat harus dikaji secara cermat dengan mempertimbangkan dampaknya di daerah.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sugiyono, menegaskan bahwa sikap Pemerintah Provinsi Kaltim yang menolak rencana pemotongan DBH merupakan langkah yang tepat dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Kaltim adalah daerah penghasil. Hak daerah atas DBH sudah diatur jelas dalam regulasi. Jika itu dikurangi, dampaknya langsung terasa pada layanan publik,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa selama ini pemerintah daerah memilih jalur komunikasi dan dialog dengan pemerintah pusat sebagai bentuk kedewasaan dalam bernegara. Namun, menurutnya, pendekatan persuasif tidak boleh dimaknai sebagai penerimaan tanpa batas terhadap kebijakan yang merugikan daerah.

Sugiyono juga menyinggung aspirasi masyarakat yang mulai menyuarakan penolakan secara terbuka. Menurutnya, penyampaian pendapat di ruang publik merupakan bagian dari demokrasi selama dilakukan sesuai ketentuan hukum.

“Ketika kebijakan menyentuh langsung kepentingan masyarakat, wajar jika suara penolakan muncul. Itu tidak bisa diabaikan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa upaya mempertahankan DBH bukanlah kepentingan kelompok atau agenda politik semata. Lebih dari itu, DBH menjadi penopang keberlanjutan program strategis daerah, mulai dari pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga perlindungan sosial.

“Yang diperjuangkan adalah kemampuan daerah melayani rakyatnya,” pungkas Sugiyono.

(Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
DPRD Samarinda Minta OPD Jangan Malu Curhat Soal Minimnya Anggaran dan Fasilitas Pelayanan
Sampah Menumpuk Bukan Melulu Soal Kinerja, DPRD Samarinda Minta Evaluasi Total Armada DLH
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:33 WIB

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:31 WIB

Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah

Berita Terbaru