Dispora Kaltim Evaluasi Strategi Inklusi, Partisipasi Pemuda Disabilitas Masih Rendah

- Jurnalis

Kamis, 31 Juli 2025 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subkoordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan Dispora Kaltim, Rusmulyadi

Subkoordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan Dispora Kaltim, Rusmulyadi

Infonusa.co, Samarinda – Meski jalur khusus, kuota, hingga forum resmi sudah dibuka, keterlibatan pemuda disabilitas dalam program kepemudaan di Kalimantan Timur nyatanya masih jauh dari harapan. Kondisi ini membuat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim harus meninjau ulang strategi agar inklusi tak sekadar menjadi jargon.

Subkoordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan Dispora Kaltim, Rusmulyadi, mengakui bahwa upaya yang dilakukan selama ini belum menghasilkan keterlibatan yang signifikan. Padahal, Kaltim menjadi satu-satunya provinsi yang memfasilitasi pembentukan Forum Pemuda Disabilitas Indonesia (FPDI) di tingkat daerah.

“Kami sudah menyiapkan ruang, kuota, bahkan forum resmi. Tetapi faktanya, partisipasi mereka masih minim. Ini catatan penting bagi kami,” ungkapnya.

Menurut Rusmulyadi, hambatan terbesar bukan lagi soal akses fisik, melainkan komunikasi dan kedekatan emosional antara pemerintah dan komunitas disabilitas. Meski surat keputusan kepengurusan baru sudah diterbitkan dan pertemuan rutin digelar, hubungan yang intens belum sepenuhnya terjalin.

Upaya jemput bola pun terus dilakukan. Mulai dari mengirim undangan resmi hingga mendatangi langsung organisasi disabilitas. Namun, tingkat kehadiran peserta dalam berbagai pelatihan—termasuk pelatihan kecakapan hidup—masih belum sesuai ekspektasi. Bahkan, ada beberapa program yang terpaksa ditunda lantaran kuota peserta disabilitas tidak terpenuhi.

“Kami tidak ingin inklusi hanya berhenti di atas kertas. Yang kami inginkan, mereka benar-benar hadir, aktif terlibat, dan menjadi bagian dari proses kepemudaan,” tegas Rusmulyadi.

Dispora Kaltim menilai kunci keberhasilan program inklusif adalah sinergi dan komunikasi dua arah. Karena itu, pemerintah berharap organisasi pemuda disabilitas juga dapat lebih proaktif, sehingga ruang-ruang kepemudaan yang tersedia bisa benar-benar memberi dampak nyata. (Ina/Adv/DisporaKaltim)

Berita Terkait

Soroti Aksi Warga Tambal Jalan Swadaya, Abdul Rohim Desak Pemkot Samarinda Dahulukan Infrastruktur Dasar
Genjot Target PAD, Iswandi Ingatkan Pemkot Samarinda Wajib Hindari Kebijakan yang Bebankan Warga
Anhar Sebut Perubahan Kebijakan Gagal Atasi Masalah Klasik Penerimaan Siswa Baru
SPMB 2026 Diwarnai Keluhan Publik, Ronal Desak Disdikbud Samarinda Dorong Evaluasi Jalur Prestasi hingga Domisili
RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:28 WIB

Soroti Aksi Warga Tambal Jalan Swadaya, Abdul Rohim Desak Pemkot Samarinda Dahulukan Infrastruktur Dasar

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:24 WIB

Genjot Target PAD, Iswandi Ingatkan Pemkot Samarinda Wajib Hindari Kebijakan yang Bebankan Warga

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:21 WIB

Anhar Sebut Perubahan Kebijakan Gagal Atasi Masalah Klasik Penerimaan Siswa Baru

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:16 WIB

SPMB 2026 Diwarnai Keluhan Publik, Ronal Desak Disdikbud Samarinda Dorong Evaluasi Jalur Prestasi hingga Domisili

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Berita Terbaru

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain

DPRD Samarinda

DPRD Samarinda Dorong Produk UMKM Lokal Menembus Pasar Modern

Jumat, 17 Jul 2026 - 00:14 WIB