Infonusa.co, Samarinda — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur terus menegaskan komitmennya dalam membangun generasi muda yang berkualitas melalui program kepemudaan yang terstruktur dan berdampak nyata.
Salah satu upaya konkret dilakukan lewat pelatihan penguatan organisasi kepemudaan yang digelar Rabu pagi di Aula Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Dispora Kaltim. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi membangun Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) yang menjadi acuan penilaian kualitas pemuda di daerah.
Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kusuma, menekankan bahwa pemuda adalah aset strategis yang harus dibina secara berkelanjutan. “Pemuda merupakan aset penting, sehingga setiap upaya pengembangan mereka harus terencana dan konsisten,” ujar Agus saat membuka kegiatan.
Pelatihan ini diikuti oleh peserta aktif di organisasi kepemudaan sejak 2004, menandakan adanya kesinambungan dalam proses pembinaan. Agus menjelaskan, keterlibatan peserta lintas tahun menunjukkan bahwa pembinaan pemuda di Kaltim tidak hanya bersifat formal, tetapi juga berorientasi pada pembangunan kapasitas nyata.
“Kami mengundang peserta yang memiliki pengalaman panjang agar dapat membagikan praktik terbaik dan membangun pola pengembangan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Menurut Agus, kegiatan ini menjadi bukti konsistensi Dispora Kaltim dalam membangun program kepemudaan yang bersifat programatik, bukan hanya administratif. “Ini semua nanti akan di-bundle dalam satu paket pertanggungjawaban, agar terlihat jelas hasil dan dampaknya,” ujarnya.
Fokus utama dari pelatihan ini adalah penguatan IPP sebagai instrumen nasional untuk menilai kualitas pemuda melalui berbagai indikator, mulai dari kesehatan, pendidikan, partisipasi organisasi, hingga kebugaran fisik.
“Indeks Pembangunan Pemuda ini menjadi tolak ukur untuk menilai sejauh mana pemerintah daerah berhasil memfasilitasi pengembangan generasi muda,” tegas Agus.
Agus juga menekankan tanggung jawab Dispora Kaltim dalam memastikan kualitas pemuda tetap terjaga. “Jika terjadi penurunan kualitas pemuda, Dispora akan menjadi pihak pertama yang dimintai pertanggungjawaban,” katanya. Oleh sebab itu, IPP menjadi barometer dalam merancang dan mengeksekusi program kepemudaan di Kaltim.
Meski menghadapi tantangan besar, Agus menyatakan optimisme karena tren IPP Kaltim saat ini menunjukkan perkembangan positif. Ia pun mengapresiasi kontribusi organisasi kepemudaan yang aktif menjadi mitra pemerintah.
“Kinerja organisasi pemuda sudah bagus, sehingga perlu terus ditingkatkan,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, Dispora Kaltim berharap IPP tidak sekadar menjadi angka di laporan, tetapi mencerminkan peningkatan kualitas hidup pemuda Kaltim yang lebih sehat, cerdas, produktif, dan siap bersaing di kancah nasional maupun internasional.
(Ina/Adv/DisporaKaltim)









