Infonusa.co, Samarinda – Perhatian terhadap pemuda disabilitas di Kalimantan Timur tak lagi sekadar wacana. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim menegaskan komitmennya untuk menciptakan ruang kepemudaan yang setara, inklusif, dan partisipatif bagi semua kalangan.
Selama hampir dua dekade, Dispora Kaltim konsisten menghadirkan kebijakan dan langkah strategis yang memberi ruang nyata bagi penyandang disabilitas. Bahkan sejak awal 2000-an, lembaga ini telah menempatkan pegawai dengan kompetensi juru bahasa isyarat (JBI) agar komunitas tuli bisa ikut serta dalam berbagai kegiatan kepemudaan.
“Sejak tahun 2000 kami sudah punya pegawai yang bisa bahasa isyarat, dan itu jadi kekuatan kami untuk memastikan teman tuli bisa ikut berproses bersama pemuda lain,” ungkap Rusmulyadi, Sub Koordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan Pemuda Dispora Kaltim.
Tak hanya menyediakan akses komunikasi, Dispora juga aktif berkoordinasi dengan organisasi kepemudaan untuk menumbuhkan kesadaran tentang keberagaman. Pendampingan rutin dilakukan agar komunitas disabilitas tidak sekadar menjadi peserta, tetapi juga bagian penting dalam pengambilan keputusan.
“Kami ingin menciptakan ruang-ruang interaksi yang tidak hanya terbuka secara fisik, tapi juga inklusif secara sosial. Ini penting agar tidak ada pemuda yang merasa dikucilkan karena perbedaan kemampuan,” jelas Rusmulyadi.
Lebih jauh, Dispora Kaltim memberi ruang seluas-luasnya bagi pemuda difabel untuk menyampaikan aspirasi, kendala, hingga ide-ide mereka. Langkah ini dipandang sebagai upaya memperkuat kontribusi mereka dalam membanggakan nama daerah.
Menurut Rusmulyadi, banyak pemuda disabilitas yang memiliki potensi besar, namun kerap terkendala minimnya dukungan. Karena itu, program-program afirmatif berbasis kebutuhan kini mulai disiapkan untuk mendukung pengembangan mereka secara berkelanjutan.
“Memang belum ada program khusus saat ini, tapi arah ke sana sudah disiapkan. Yang jelas, sekarang pun kami terbuka sepenuhnya. Tidak ada pemuda yang dikecualikan dalam proses pembangunan,” tegasnya.
Dengan komitmen itu, Dispora Kaltim berharap ke depan ekosistem kepemudaan di Benua Etam dapat tumbuh semakin inklusif—di mana perbedaan bukan lagi batas, melainkan kekuatan bersama. (Ina/Adv/DisporaKaltim)









