Desil Bansos Warga Waru Berubah, DPRD PPU Minta Data Diverifikasi hingga RT

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wakil Ketua DPRD PPU, Syahrudin.

Foto: Wakil Ketua DPRD PPU, Syahrudin.

INFONUSA.CO, PENAJAM – Perubahan status desil penerima bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi perhatian DPRD. Pemerintah daerah diminta memastikan perubahan data benar-benar berdasarkan kondisi ekonomi warga, bukan sekadar perubahan dalam sistem administrasi.

Wakil Ketua I DPRD PPU, Syahrudin M Noor, mengatakan setiap perubahan status desil perlu ditelusuri sumber dan proses pemutakhiran datanya. Hal itu menyusul informasi mengenai seorang warga lanjut usia di Kelurahan Waru yang sebelumnya tercatat dalam desil 1, tetapi kemudian berubah menjadi desil 5.
Syahrudin menilai perubahan status tersebut belum dapat langsung disebut sebagai kesalahan. Namun, pemerintah perlu memastikan proses pendataannya sesuai dengan kondisi warga di lapangan.

“Kita mesti tahu dulu, ini di sistemnya atau ada yang di-upgrade. Kita harus tahu dulu sumber pendataannya dari mana. Kalau memang itu dari BPS, perlu ditanyakan kenapa sistemnya berubah. Kalau dari Dinsos, ya ditanyakan ke Dinsos,” ujar Syahrudin.

Menurutnya, pemutakhiran data memang diperlukan karena kondisi ekonomi masyarakat dapat berubah. Perubahan status desil juga dapat terjadi apabila hasil survei menunjukkan adanya perubahan kondisi sosial ekonomi penerima.
Persoalannya, kata Syahrudin, perubahan data harus dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan proses verifikasi yang jelas. Ia mempertanyakan apabila perubahan status terjadi tanpa adanya pemutakhiran atau survei yang mencerminkan kondisi terkini warga.

“Kalau surveinya benar sesuai realitas lapangan, saya kira itu bagus. Tapi kalau tidak pernah ada pemutakhiran atau survei di lapangan, tiba-tiba status desilnya berubah, itu juga perlu dipertanyakan,” katanya.

Syahrudin menegaskan DPRD belum ingin mengambil kesimpulan sebelum memperoleh informasi yang lebih lengkap. Sebab, informasi mengenai perubahan desil warga tersebut sejauh ini belum disertai laporan resmi dari warga maupun pemerintah lingkungan.

“Kami di DPR tidak bisa terlalu responsif kalau belum ada laporan atau aduan. Informasi ini harus kita cek dulu benar atau tidak,” jelasnya.

Untuk memastikan kondisi tersebut, Syahrudin berencana mengecek langsung informasi warga di RT 028 dan RT 003, Kelurahan Waru. Verifikasi di tingkat RT dinilai penting untuk mengetahui kondisi faktual masyarakat yang bersangkutan. Jika ditemukan ketidaksesuaian, DPRD akan meminta penjelasan kepada instansi yang berkaitan dengan pendataan bansos. Termasuk Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Sosial PPU.

“Nanti saya akan cek di RT 28 dan RT 3 di Waru. Kalau ada laporan dari RT, kita tindak lanjuti, bisa kita panggil BPS maupun Dinsos karena kami punya kewenangan untuk meminta penjelasan terkait persoalan tersebut,” ujarnya.

Selain meminta verifikasi, Syahrudin juga mendorong Pemkab PPU memiliki basis data kemiskinan daerah yang dapat menjadi pelengkap data pemerintah pusat. Menurutnya, data yang lebih dekat dengan kondisi masyarakat dibutuhkan agar pemerintah daerah dapat mengidentifikasi warga yang membutuhkan bantuan tetapi belum tercatat dalam basis data pusat.

“Pemerintah daerah harus punya database sendiri tentang kemiskinan, di luar data pusat. Memang bantuan banyak berasal dari pusat, tetapi pemerintah daerah juga perlu punya data sendiri supaya ketika ada masyarakat yang membutuhkan dan tidak masuk dalam data pusat, tetap bisa kita lihat dan bantu sesuai aturan,” pungkasnya. (ADV/N/PPU)

Berita Terkait

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar
DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan
Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi
DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen
Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan
DPRD PPU Soroti Pengawasan Dapur MBG, Keamanan Makanan Jadi Perhatian
Karhutla dan Kemarau Tekan PPU, DPRD Dorong Embung untuk Selamatkan Pertanian
CT Scan Sudah Ada, DPRD PPU Dorong SDM dan Perawatan Alat Diperkuat
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:51 WIB

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar

Rabu, 16 September 2026 - 21:49 WIB

DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan

Selasa, 15 September 2026 - 21:47 WIB

Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi

Senin, 14 September 2026 - 21:45 WIB

DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen

Senin, 14 September 2026 - 21:43 WIB

Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan

Berita Terbaru

Foto: Rapat pembahasan persiapan peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kukar. (Istimewa)

Advertorial

Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026

Senin, 12 Okt 2026 - 19:41 WIB