Bertahan karena Wisatawan Lokal, Komisi II DPRD Kaltim Banyak Dapat Inspirasi Dari DIY

- Jurnalis

Kamis, 6 Oktober 2022 - 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rombongan Komisi II DPRD Kaltim saat menyambangi Dinas Pariwisata DIY.

Rombongan Komisi II DPRD Kaltim saat menyambangi Dinas Pariwisata DIY.

Halo Nusantara. Di masa pandemi Covid-19, Malioboro, salah satu destinasi wisata kondang di Tanah Air, sempat tertatih-tatih lantaran anjloknya kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara. Kendati begitu, Malioboro mampu bangkit lebih cepat berkat kesigapan Pemerintah Daerah.

Belajar dari hal itu, Kamis 6 Oktober 2022, rombongan Komisi II DPRD Kaltim yang dipimpin Nidya Listiyono, bertolak ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Di sana, Komisi II DPRD Kaltim mendapat pelajaran penting. Meski menghadapi kendala wisata selama pandemi, DIY tetap secara ketat menerapkan prokes. Namun ada faktor lain yang membuat daerah ini jauh lebih bertahan tidak terpuruk seperti Bali.

“Ternyata tingginya mayoritas wisatawan lokal yang dimiliki DIY yang menguatkan daerah ini lebih bertahan,” ungkap Nidya Listiyono.

Malioboro memang berbeda dengan Bali yang lebih mengandalkan wisatawan mancanegara. Makanya Bali harus lebih ekstra dalam membangkitkan kembali potensi wisata.

Sementara itu, dalam lawatan ini, Nidya Listiyono juga didampingi Anggota Komisi II Ely Hartaty Rasyid. Di sana, dia mendapat sejumlah penjelasan dari Koordinator Bidang Destinasi di Dinas Pariwisata DIY.

Mendapat serangkaian penjelasan, Nidya Listiyono pun membenarkan pesatnya wisata sebuah daerah memang perlu didukung berbagai hal.

Salah satunya keistimewaan yang dimiliki DIY berdasarkan Undang-Undang Keistimewaan.

Meski tak memiliki keistimewaan seperti halnya DIY, dia optimistis Kaltim dapat memajukan wisata yang dimiliki.

Seperti di DIY, daerah ini secara terstruktur telah memiliki kepedulian terhadap potensi yang dimiliki. Dicontohkan, seperti potensi Tebing Brexi yang dimiliki DIY mendapat dukungan pemerintah untuk menggali potensi tersebut. Selain itu, DIY juga rutin menggelar acara “Ngayo Jazz”.

Tak hanya jenis music jazz, ada jenis musik lain yang menjadi agenda rutin serupa di DIY. Untuk diketahui, DIY tidak mengelola kegiatan yang mendapatkan sumber pendapatan daerah. Hal ini karena DIY telah mendapatkan dana keistimewaan, contohnya pada tahun 2022 ini sebesar Rp 30 miliar. Pengelolaan PAD dilakukan oleh kabupaten/kota di DIY. (Im/adv)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru