Beban Kerja Pemprov Kaltim Masih Banyak Setelah Purnanya Kepeimimpinan Isran-Hadi

- Jurnalis

Senin, 6 November 2023 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Anggota DPRD Kaltim, M. Udin. 

Foto: Anggota DPRD Kaltim, M. Udin. 

Infonusa.co, Samarinda – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), M. Udin menilai beban kerja Pemprov Kaltim masih banyak setelah putnanya kepemimpinan gubernur Isran Noor dan wakilnya Hadi Mulyadi di Benua Etam.

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini mengungkapkan masalah yang ia maksud terutama terkait infrastruktur jalan, pendidikan dan tenaga kerja.

“Beliau pun menyadari bahwa banyak masalah-masalah yang belum bisa beliau selesaikan selama lima tahun jabatan beliau, tapi perlu menjadi koreksi,” ucap Udin.

Ia pun membeberkan, kondisi infrastruktur jalan di sejumlah daerah di Kalimantan Timur sangat memprihatinkan, seperti jalan ke Samarinda-Kutai Barat, Samarinda-Bontang, Berau-Tanjung Redeb, Samarinda-Tenggarong-Kota Bangun, dan Tenggarong-Kota Bangun.

“Penyebabnya adalah tambang ilegal karena setiap koridoran  melalui jalan umum. Ini sebenarnya tidak ada ketegasan dari pemerintah kita termasuk aparat kita juga,” bebernya.

Selain itu Udin juga menambahkan, pemerintah provinsi harus mengklaim atau melaporkan kepada pihak berwenang oknum-oknum yang menggunakan jalan tersebut untuk kepentingan tambang ilegal.

“Apapun itu kita berharap bahwa Pj (penjabat) gubernur yang akan datang itu bisa membenahi, mengevaluasi berkaitan dengan kinerja seluruh OPD (organisasi perangkat daerah) yang berkaitan dengan jalan-jalan dan yang lainnya,” ucap Udin.

Selain infrastruktur jalan, sambung Udin, pihaknya juga menyoroti masalah pendidikan dan tenaga kerja di Kalimantan Timur. Ia mengungkapkan ada kasus di Kabupaten Berau dimana seorang anak tidak bisa sekolah di dekat rumahnya yang hanya berjarak 350 meter dari sekolah, tetapi harus bersekolah 7 kilometer dari rumahnya.

“Masalah berikutnya adalah masalah tenaga kerja.Tenaga kerja kita kan sedang tidak baik-baik saja,” imbuhnya.

Ia juga mempertanyakan investor asing yang banyak mempekerjakan kaum ekspatriat, namun tenaga kerja lokal minim diberdayakan atau diakomodir.

Selaku anggota Parlemen Kaltim, ia mengakui bahwa sumber daya manusia di Kalimantan Timur kurang memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Oleh sebab itu sangat diharapkan, Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim yang tengah menjabat Akmal Malik, bisa memaksimalkan peran pemerintah provinsi dengan membuat pelatihan-pelatihan dan tempat untuk mengasah skill bagi anak-anak muda yang ingin bekerja.

“Kalau tidak berbenah dari sekarang, bakal ketinggalan,” tukasnya. (Mr/adv)

Berita Terkait

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Banjir Terjadi di Banyak Wilayah, DPRD Kaltim Nilai Penanganan Harus Berskala Nasional
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:27 WIB

Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:21 WIB

Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan

Berita Terbaru