Infonusa.co, Samarinda – Kejuaraan KONI-Bayan Championship 2025 yang digelar di Samarinda menampilkan lebih dari 6.500 atlet dari berbagai daerah, bertanding di cabang olahraga Karate, Taekwondo, Pencak Silat, dan Sepak Bola. Turnamen ini tak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga menjadi momentum penting bagi peran sektor swasta dalam pembinaan olahraga di Kalimantan Timur.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading
, menyatakan apresiasinya terhadap keterlibatan perusahaan Bayan. Menurutnya, perusahaan dapat menjadi motor penggerak bagi kemajuan olahraga, bukan sekadar penyedia dana.
“Langkah Bayan ini menunjukkan bagaimana CSR bisa diarahkan untuk membangun prestasi atlet. Seharusnya perusahaan-perusahaan lain di Kaltim meniru inisiatif ini, terutama di sektor pertambangan dan perkebunan,” kata Rasman.
Ia menekankan bahwa peran perusahaan tidak hanya terbatas pada pendanaan, tetapi juga bisa mencakup pembiayaan training camp, tryout internasional, hingga pendampingan pengembangan atlet, sehingga manfaatnya langsung terasa bagi peningkatan prestasi.
“Jika CSR diarahkan dengan tepat, bukan hanya uang yang dikeluarkan, tapi investasi nyata untuk atlet lokal agar bisa bersaing di level nasional maupun internasional,” ujarnya.
Rasman menambahkan, saat ini belum banyak perusahaan yang menyalurkan CSR untuk olahraga karena tidak ada kewajiban legal, sehingga dukungan dari sektor swasta sangat dinantikan untuk mendorong regenerasi atlet dan pembinaan berkelanjutan di Kaltim.
Dengan momentum Bayan Championship 2025, diharapkan sektor swasta semakin aktif mengambil peran strategis dalam mencetak prestasi olahraga yang berdampak jangka panjang bagi daerah.(Ina/Adv/DisporaKaltim)









