Banjir Kutim Jadi Alarm, DPRD Kaltim Dorong Mitigasi Bencana Lebih Sistematis

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan

Infonusa.co, Samarinda – Rentetan peristiwa banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Timur kembali menegaskan pentingnya kesiapan menghadapi cuaca ekstrem. Peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi sinyal kuat bahwa langkah mitigasi tidak bisa lagi dilakukan secara biasa-biasa saja.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menilai pemerintah di semua level perlu meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat pola kerja bersama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

“BMKG sudah memberikan peringatan. Artinya, pemerintah harus bergerak lebih sigap dan tidak menunggu kejadian besar baru bertindak,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa mitigasi bencana membutuhkan koordinasi lintas pemerintahan, mulai dari pusat hingga daerah, agar respons yang dilakukan lebih cepat dan terarah. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi.

Agusriansyah menyoroti banjir yang terjadi di Kabupaten Kutai Timur pada awal Desember lalu sebagai contoh nyata. Bencana tersebut berdampak pada enam kecamatan, yakni Karangan, Muara Wahau, Telen, Kongbeng, Batu Ampar, dan Bengalon, serta mengganggu aktivitas dan kehidupan warga setempat.

Menurutnya, setiap kejadian banjir seharusnya tidak berhenti pada penanganan darurat semata, tetapi menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan mitigasi yang lebih matang.

“Banjir bukan hanya musibah tahunan. Ini harus dijadikan dasar untuk memperbaiki perencanaan, agar dampaknya ke masyarakat bisa ditekan,” tegasnya.

Ia berharap ke depan pemerintah dapat memperkuat langkah pencegahan, mulai dari perbaikan sistem drainase, tata kelola lingkungan, hingga peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, sehingga risiko bencana dapat diminimalkan.

“Mitigasi yang terencana akan membuat masyarakat lebih siap dan tidak selalu menjadi pihak paling terdampak,” tutupnya.

(Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
DPRD Samarinda Minta OPD Jangan Malu Curhat Soal Minimnya Anggaran dan Fasilitas Pelayanan
Sampah Menumpuk Bukan Melulu Soal Kinerja, DPRD Samarinda Minta Evaluasi Total Armada DLH
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:33 WIB

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:31 WIB

Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah

Berita Terbaru