Banjir Bandang di Sumatera Jadi Alarm Lingkungan, DPRD Kaltim Minta Kewaspadaan Deforestasi

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi II DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra

Sekretaris Komisi II DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra

Infonusa.co, Samarinda – Peristiwa banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera menjadi pengingat keras akan dampak serius kerusakan lingkungan akibat pembukaan lahan yang tidak terkendali. Kejadian tersebut dinilai patut menjadi pelajaran penting bagi Kalimantan Timur agar tidak mengulang kesalahan serupa.

Sekretaris Komisi II DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra, menilai bencana tersebut menunjukkan bahwa deforestasi tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan sepele. Menurutnya, kondisi alam saat ini telah memberikan sinyal peringatan yang nyata.

“Apa yang terjadi di Sumatera membuktikan bahwa dampak pembukaan hutan secara berlebihan sangat berbahaya. Alam sedang memberi peringatan,” ujarnya.

Nurhadi menyoroti temuan kayu gelondongan yang terbawa arus banjir, meskipun diklaim sebagai kayu lapuk. Ia menilai kondisi tersebut tetap mengindikasikan adanya aktivitas pembalakan di wilayah hulu yang berlangsung cukup masif.

“Kayu itu tidak muncul begitu saja. Ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap kawasan hulu sudah berlangsung lama,” katanya.

Ia mengingatkan agar Kaltim lebih berhati-hati dalam membuka lahan, terutama untuk sektor perkebunan seperti kelapa sawit. Tanpa pengendalian yang ketat, risiko bencana serupa dinilai bisa terjadi di wilayah Kaltim.

Menurutnya, pengelolaan lingkungan harus menjadi prioritas bersama dengan prinsip keberlanjutan, bukan semata-mata mengejar kepentingan ekonomi jangka pendek.

Sebagai langkah lanjutan, Nurhadi menyampaikan rencana untuk membangun komunikasi dan menggelar hearing dengan instansi teknis terkait, termasuk Dinas Kehutanan dan Dinas Perkebunan, guna memperkuat pengawasan dan kebijakan lingkungan.

“Pencegahan harus dilakukan sejak sekarang. Jangan sampai kita menunggu bencana baru bergerak,” pungkasnya. (Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB