Infonusa.co, Samarinda — Beberapa Minggu lalu, Hotel Atlet yang terletak di kawasan GOR Sempaja terlihat mengeluarkan asap tebal akibat kebakaran yang terjadi.
Kepala UPTD PPO Dispora Kaltim, Junaidi mengungkapkan variabel terkait dengan adanya kejadian kebakaran yang menimpa Aset Pemerintah Provinsi tersebut. Dirinya sebut, dugaan awal menunjukkan insiden ini dipicu korsleting listrik di panel lantai dua.
“Kami menerima laporan sekitar pukul 21.00 lebih, dan diperkirakan api mulai muncul mendekati pukul 22.00 malam. Dugaan sementara berasal dari panel listrik yang korslet di lantai dua,” terangnya
Api sempat menjalar hingga lantai enam sebelum berhasil dikendalikan. Meski begitu, kerusakan yang ditimbulkan tidak menyentuh struktur utama bangunan.
“Area yang terbakar hanya sebagian jaringan kabel dan pintu di lantai enam yang ikut terdampak. Tidak ada penyebaran ke area yang lebih luas, karena sistem pemadam darurat bekerja dengan baik,” ujarnya.
Pihak pengelola hotel masih belum dapat memastikan besaran kerugian akibat insiden tersebut, mengingat dampak utamanya terjadi pada instalasi dan bukan pada bangunan fisik.
“Taksiran kerugian belum bisa dipastikan karena kerusakan utamanya ada pada peralatan,” bebernya.
Ia juga mengapresiasi kecepatan respons dari PLN yang segera memutus aliran listrik di area terdampak, sehingga mencegah potensi risiko lebih besar.
Sistem hidran yang tersedia di Hotel Atlet juga dilaporkan berfungsi optimal selama kejadian, membantu mempercepat proses pemadaman api.
“Alhamdulillah, seluruh perangkat hidran di hotel ini aktif saat dibutuhkan. Ini sangat membantu tim dalam mengendalikan situasi,” ucap Junaidi.
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari sebelum Hotel Atlet dijadwalkan menjadi lokasi sejumlah agenda besar, termasuk kegiatan keagamaan dan olahraga berskala nasional yang digelar pada bulan Juni 2025.
Menurut Junaidi, status kelanjutan acara-acara tersebut masih menunggu hasil investigasi dan evaluasi menyeluruh dari pihak berwenang.
“Ada tiga kegiatan besar yang rencananya akan menggunakan hotel ini. Namun, kami menunggu hasil pemeriksaan lengkap sebelum membuat keputusan,” ihwalnya.
Pemprov Kaltim telah menginstruksikan tim teknis untuk segera melakukan penanganan serta investigasi lanjutan guna memastikan aspek keamanan bangunan.
“Kami harap, masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh spekulasi yang berkembang,” tutup Junaidi penuh harap.(Ina/Adv/DisporaKaltim)









