Antrean BBM di PPU Mengular, DPRD: Persoalannya Ada di Kuota

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Komisi II DPRD PPU, Thohiron.

Foto: Ketua Komisi II DPRD PPU, Thohiron.

INFONUSA.CO, PENAJAM – Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menjadi perhatian DPRD. Panjangnya antrean dinilai tidak semata berkaitan dengan jumlah SPBU, tetapi juga keterbatasan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Ketua Komisi II DPRD PPU, Thohiron, mengatakan keterbatasan kuota menjadi salah satu penyebab antrean kendaraan terjadi. Ketika pasokan yang tersedia tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat, antrean panjang sulit dihindari.

“Kuotanya yang terbatas. Kalau kuotanya tidak terbatas, kalau melimpah, tidak mungkin sampai antre,” kata Thohiron.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki ruang untuk mengupayakan penambahan kuota apabila pasokan yang tersedia dinilai tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Kepala daerah dapat menyampaikan usulan penambahan kuota kepada pihak terkait dengan mempertimbangkan kondisi kebutuhan BBM di wilayah PPU. Thohiron menjelaskan, kebutuhan BBM di PPU tidak hanya berasal dari masyarakat yang berdomisili di daerah tersebut. PPU juga menjadi jalur perlintasan masyarakat yang melakukan perjalanan menuju daerah lain.

“Kita tidak bisa membatasi orang perjalanan ke mana. Ke Banjarmasin kemudian kehabisan BBM di tengah jalan, kita tidak bisa melarang. Itu rakyat Indonesia juga,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan BBM di PPU menjadi lebih kompleks. Jumlah penduduk memang menjadi salah satu pertimbangan dalam penentuan kuota, tetapi kebutuhan kendaraan yang melintas juga turut memengaruhi konsumsi BBM.

Di sisi lain, antrean panjang justru dapat mendorong masyarakat membeli BBM dalam jumlah lebih besar dari kebutuhan hariannya. Masyarakat yang biasanya cukup membeli 10 liter, misalnya, memilih mengisi hingga 20 liter karena khawatir harus kembali mengantre pada hari berikutnya.

“Orang yang sebenarnya cukup 10 liter jadi membeli 20 liter. Karena melihat kondisi antre panjang, daripada besok antre lagi, mending membeli sekalian,” jelasnya.

Menurut Thohiron, pola pembelian tersebut berpotensi memperpanjang antrean. Kekhawatiran tidak mendapatkan BBM pada hari berikutnya membuat sebagian masyarakat memilih mengisi lebih banyak ketika memperoleh kesempatan. Ia juga menyebut penggunaan BBM nonsubsidi sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin menghindari antrean. Namun, BBM bersubsidi pada dasarnya memiliki ketentuan mengenai kelompok masyarakat yang berhak menerima.

“Kalau tidak mau antre, ya bayar BBM yang tidak subsidi,” katanya.

Thohiron menilai pengaturan pola pengisian maupun waktu kendaraan juga dapat dipertimbangkan apabila pasokan BBM terbatas. Kendati demikian, ia menegaskan persoalan utama yang perlu diperhatikan tetap berkaitan dengan kecukupan kuota dan distribusi BBM.

Sementara itu, mengenai kabar rencana pembangunan SPBU baru di kawasan Perumahan Korpri, Kelurahan Nipah-Nipah, Thohiron mengaku belum mengetahui informasi tersebut.

“Belum dengar,” ujarnya.

Ia menyebut keberadaan SPBU di PPU pada dasarnya sudah cukup. Karena itu, menurutnya, persoalan antrean BBM perlu dilihat lebih jauh dari sisi kuota dan pola distribusi, bukan hanya dengan menambah jumlah SPBU. (ADV/DPRD PPU)

Berita Terkait

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar
DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan
Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi
DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen
Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan
DPRD PPU Soroti Pengawasan Dapur MBG, Keamanan Makanan Jadi Perhatian
Karhutla dan Kemarau Tekan PPU, DPRD Dorong Embung untuk Selamatkan Pertanian
CT Scan Sudah Ada, DPRD PPU Dorong SDM dan Perawatan Alat Diperkuat
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:51 WIB

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar

Rabu, 16 September 2026 - 21:49 WIB

DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan

Selasa, 15 September 2026 - 21:47 WIB

Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi

Senin, 14 September 2026 - 21:45 WIB

DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen

Senin, 14 September 2026 - 21:43 WIB

Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan

Berita Terbaru

Foto: Rapat pembahasan persiapan peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kukar. (Istimewa)

Advertorial

Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026

Senin, 12 Okt 2026 - 19:41 WIB