Ananda Moeis Dorong Optimalisasi Posyandu karena Penurunan Stunting Kaltim Dinilai Stagnan

- Jurnalis

Kamis, 27 November 2025 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis

Infonusa.co, Samarinda – Upaya penanggulangan stunting di Kalimantan Timur dinilai belum menunjukkan hasil signifikan. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menilai laju penurunan kasus berjalan lambat dan belum sejalan dengan target nasional.

Berdasarkan data yang ada, prevalensi stunting di Kaltim hanya turun tipis dalam beberapa tahun terakhir, dari 22,8 persen pada 2021 menjadi 22,2 persen pada 2024. Capaian tersebut masih jauh dari target nasional sebesar 14 persen.

Menurut Ananda, kondisi ini menandakan perlunya pendekatan yang lebih serius dan terukur dari pemerintah provinsi, termasuk penguatan kebijakan di tingkat daerah.

“Kalau bicara visi Indonesia Emas 2045, stunting seharusnya ditekan semaksimal mungkin. Kita tidak bisa puas dengan penurunan yang sangat kecil,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa intervensi gizi pada masa krusial, khususnya 1.000 hari pertama kehidupan, harus menjadi fokus utama. Selain itu, perhatian terhadap kesehatan dan kecukupan gizi remaja putri juga dinilai penting agar mereka siap menghadapi masa kehamilan secara sehat.

Ananda juga menyoroti peran fasilitas kesehatan dasar seperti Posyandu dan Puskesmas. Menurutnya, kedua layanan tersebut merupakan garda terdepan dalam pencegahan stunting melalui pemantauan tumbuh kembang anak serta edukasi gizi kepada keluarga.

“Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tetapi menyangkut kualitas tumbuh kembang anak, termasuk kecerdasan. Karena itu, deteksi dan pendampingan harus dilakukan sejak dini,” jelasnya.

Meski pemerintah menyebut ribuan Posyandu telah diaktifkan, Ananda menilai evaluasi menyeluruh tetap diperlukan untuk memastikan layanan tersebut benar-benar berjalan efektif.

“Bukan soal berapa banyak Posyandu yang ada, tapi sejauh mana keberadaannya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia pun mendorong adanya peninjauan ulang terhadap seluruh rantai layanan kesehatan, mulai dari tingkat komunitas hingga rumah sakit, agar upaya penurunan stunting di Kaltim dapat berjalan lebih terarah dan berdampak nyata bagi ibu dan anak. (Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB