Infonusa.co, Tenggarong – Wacana pengembangan Kota Tenggarong menuju kawasan baru mulai mendapat sorotan dari anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar).
Anggota DPRD Kukar dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, Akhmad Akbar Haka Saputra menyampaikan bahwa arah pembangunan kota ke depan salah satunya akan difokuskan di wilayah Tenggarong Seberang, khususnya di Desa Teluk Dalam.
Menurut dia, geliat pengembangan sudah mulai terlihat dengan hadirnya beberapa proyek perumahan dan pemetaan tata ruang baru oleh para pengembang. Bahkan, beberapa developer menyebut kawasan tersebut berpotensi menjadi pusat baru kota Tenggarong dengan istilah seperti Tenggarong City Point.
“Setahu saya arah pengembangan kota itu salah satunya memang di Tenggarong Seberang, tepatnya di Teluk Dalam dan sekitar rumah sakit seberang. Beberapa developer sudah mulai memetakan kawasan itu untuk perumahan dan pusat kegiatan baru. Harapan mereka, kawasan ini bisa menjadi pusat kota Tenggarong yang baru,” ungkapnya pada Minggu (17/8/2025).
Ia menambahkan, jika pengembangan ini benar-benar terwujud, dampaknya tidak hanya pada infrastruktur dan tata kota, tetapi juga akan berdampak langsung terhadap nilai tanah serta peningkatan taraf hidup masyarakat.
“Kalau kawasan ini berkembang, otomatis nilai tanah atau Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di sana juga akan naik. Dan lebih dari itu, masyarakat yang sebelumnya hidup sederhana bisa mendapatkan keuntungan ekonomi dari aktivitas baru yang muncul. Ini yang saya kira sangat positif,” jelasnya.
Politisi muda tersebut menilai, faktor kedekatan dengan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit juga menjadi salah satu daya tarik kawasan ini. Kehadiran rumah sakit besar akan mendorong tumbuhnya kawasan hunian, bisnis, dan layanan publik lainnya.
Dengan begitu, Tenggarong Seberang tidak hanya menjadi wilayah penunjang, tetapi justru akan menjelma sebagai pusat pertumbuhan baru yang modern dan representatif.
Namun demikian, Akbar Haka mengingatkan bahwa pengembangan kota ini harus direncanakan dengan matang agar tidak menimbulkan masalah tata ruang di kemudian hari.
“Kalau ini mau jadi pusat baru, jangan hanya fokus pada bangunan atau perumahan saja. Harus ada infrastruktur dasar yang dibangun sejak awal, termasuk jalan akses, transportasi publik, fasilitas pendidikan, dan kawasan hijau,” ujarnya.
Selain itu, dia menegaskan perlunya keterlibatan masyarakat dalam setiap tahap pengembangan agar mereka tidak hanya menjadi penonton, melainkan ikut mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi yang terjadi.
“Yang tidak kalah penting, warga lokal harus dilibatkan, baik dalam pembangunan infrastruktur maupun peluang usaha yang muncul nantinya. Kalau masyarakat sekitar tidak diberdayakan, maka pengembangan ini bisa menimbulkan kesenjangan,” tegasnya. (Adv)









