Ahmad Yani Minta Jalan Pelita dan Penanganan Banjir Purwajaya Jadi Prioritas

- Jurnalis

Rabu, 6 Agustus 2025 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani Reses di Kecamatan Loa Janan. (Infonusa)

Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani Reses di Kecamatan Loa Janan. (Infonusa)

Infonusa.co, Tenggarong – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Ahmad Yani melaksanakan agenda reses di Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, pada pekan reses yang berlangsung 4-8 Agustus 2025.

Dalam pertemuan tersebut, dia menyoroti, secara khusus persoalan infrastruktur jalan dan masalah banjir yang kerap melanda wilayah tersebut, terutama di kawasan Jalan Pelita.

Menurutnya, Jalan Pelita merupakan jalur strategis yang menghubungkan Desa Purwajaya menuju Loduri Ilir. Namun hingga kini, jalan tersebut belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, meskipun telah lama diusulkan oleh masyarakat.

“Jalan Pelita itu sebenarnya jalan utama bagi warga Purwajaya menuju Loduri Ilir. Tapi yang terjadi selama ini, belum difokuskan untuk diselesaikan. Ini sudah lama dikeluhkan masyarakat, jadi sudah saatnya menjadi prioritas,” tegasnya, Rabu (6/8/2025).

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari Kepala Desa Purwajaya, panjang jalan tersebut mencapai tiga kilometer. Politikus PDIP ini mendorong agar pemerintah kabupaten, khususnya melalui Bappeda, TAPD, dan BPKAD, segera menetapkan perbaikan jalan ini sebagai program prioritas agar bisa dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kukar dalam waktu dekat.

“Kalau informasinya tiga kilometer, maka itu masih sangat memungkinkan untuk diselesaikan dalam satu kali anggaran, sepanjang ada komitmen bersama. Kita akan dorong agar pembiayaannya bisa tuntas di APBD mendatang,” ujarnya.

Selain masalah jalan, Yani juga mengangkat isu banjir yang semakin sering terjadi di Desa Purwajaya.

Ia menjelaskan, penyebab utama banjir di wilayah tersebut bukan hanya karena curah hujan tinggi, melainkan juga karena buruknya pengelolaan lingkungan yang tidak dilakukan secara ketat oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.

“Di sini ada beberapa perusahaan besar, seperti grup ABK dan grup Insani. Mereka seharusnya bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan, khususnya terhadap poit-poit atau saluran air yang tidak dikelola dengan baik. Ini yang menyebabkan air meluap dan menyebabkan banjir di pemukiman,” jelasnya.

Dia menilai, banjir di Desa Purwajaya memberikan kontribusi besar terhadap banjir yang terjadi di wilayah Loa Janan Ulu.

Menurutnya, kedua wilayah tersebut terhubung secara topografis, sehingga penyelesaian masalah banjir di hulu (Purwajaya) menjadi kunci bagi penanganan banjir di wilayah hilir (Loa Janan Ulu).

“Kita kemarin sudah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) khusus untuk banjir di Loa Janan Ulu. Tapi jangan sampai kita lupa bahwa salah satu sumbernya berasal dari Purwajaya. Kalau akar masalahnya tidak ditangani, maka Loa Janan Ulu akan terus terdampak,” tegasnya.

Oleh karena itu, Yani menekankan, perlunya perencanaan yang matang dan menyeluruh dalam penanganan banjir.

Ia juga meminta agar perusahaan-perusahaan tambang di sekitar wilayah tersebut ikut bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan, serta membantu pemerintah dalam membenahi poit dan sistem drainase yang rusak.

“Kalau ini tidak ditangani serius, banjir akan terus menjadi masalah tahunan. Maka saya minta agar Pemkab, melalui instansi teknis, bersinergi dengan pihak perusahaan. Tidak bisa dibiarkan,” tambahnya.

Yani berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi warga Desa Purwajaya dan sekitarnya melalui perannya di DPRD Kukar.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta untuk bekerja bersama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan di seluruh wilayah Kukar.

“Reses ini bukan hanya seremonial. Ini kesempatan kita mendengar dan bertindak. Apa yang disampaikan masyarakat harus menjadi pijakan dalam merancang kebijakan ke depan,” pungkasnya. (Adv)

Berita Terkait

DPRD Kukar Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat Loa Kulu Kota
Sugeng Hariadi Minta BPJS Perluas Cakupan Penyakit, Bukan Naikkan Tarif
Muhammad Idham Desak Pemerataan Alokasi Anggaran Pembangunan di Kukar
DPRD Kukar Tekankan Penyediaan Air Bersih di Kecamatan Muara Jawa
Ketua DPRD Kukar Tekankan Pentingnya Pengelolaan Profesional Kawasan Kuliner
DPRD Kukar Soroti Infrastruktur Jalan dan Jembatan di Muara Muntai
Ketua DPRD Kukar Minta Program Rp150 Juta per RT Dikaji Ulang
Ketua DPRD Kukar Desak Evaluasi HGU PT BDA
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 September 2025 - 18:22 WIB

DPRD Kukar Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat Loa Kulu Kota

Sabtu, 6 September 2025 - 17:11 WIB

Sugeng Hariadi Minta BPJS Perluas Cakupan Penyakit, Bukan Naikkan Tarif

Sabtu, 6 September 2025 - 17:02 WIB

Muhammad Idham Desak Pemerataan Alokasi Anggaran Pembangunan di Kukar

Sabtu, 6 September 2025 - 16:59 WIB

DPRD Kukar Tekankan Penyediaan Air Bersih di Kecamatan Muara Jawa

Sabtu, 6 September 2025 - 16:39 WIB

Ketua DPRD Kukar Tekankan Pentingnya Pengelolaan Profesional Kawasan Kuliner

Berita Terbaru